Hari Kesaktian Pancasila, Balai Besar Karantina Sulsel Teguhkan Integritas dalam Menjaga Negeri

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Menjaga sumber daya hayati Indonesia dari ancaman penyakit hewan, ikan, dan organisme pengganggu tumbuhan merupakan bagian dari tanggung jawab besar yang diemban insan Karantina. Tugas tersebut membutuhkan integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Pesan itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang digelar Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan di halaman kantor, Kamis (1/10/2026).

Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti jajaran pejabat struktural, ketua tim kerja, serta seluruh pegawai. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Sitti Chadidah mengatakan momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam setiap pelaksanaan tugas Karantina, terutama ketika menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan di pintu masuk dan keluar wilayah.

“Bagi insan Karantina, mengamalkan Pancasila juga berarti menjalankan amanah untuk menjaga negeri. Kita mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina, Hama dan Penyakit Ikan Karantina, serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina yang dapat mengancam sumber daya hayati dan ketahanan pangan kita,” ujar Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan.

Menurutnya, tugas Karantina tidak berhenti pada pemeriksaan komoditas. Karantina juga memiliki peran dalam pengawasan keamanan pangan dan pakan, perlindungan sumber daya hayati, serta mendukung kelancaran lalu lintas komoditas dan perdagangan melalui pemenuhan persyaratan karantina.

Karena itu, integritas menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan tugas. Setiap tindakan dan pelayanan Karantina harus dilaksanakan secara profesional, transparan, adil, dan sesuai ketentuan tanpa membedakan pengguna jasa.

Sitti Chadidah juga mengingatkan bahwa perlindungan sumber daya hayati membutuhkan kebersamaan. Mobilitas komoditas yang semakin tinggi dan terbukanya perdagangan antarwilayah maupun antarnegara membuat Karantina harus terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Karantina Sulawesi Selatan meneguhkan kembali komitmen untuk menjadikan nilai Pancasila sebagai landasan dalam menjalankan tugas. Dari pintu masuk dan keluar wilayah, Karantina hadir menjaga sumber daya hayati, mendukung ketahanan pangan, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan semangat Pelindungan Maksimal, Layanan Optimal.

  • Bagikan