Aksi Guru dan Nakes di Kantor Bupati Mamuju Ricuh, Tiga Peserta Diamankan

  • Bagikan
Aksi unjuk rasa yang melibatkan tenaga guru dan tenaga kesehatan (nakes) bersama Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (Ipmapus) di Kantor Bupati Mamuju. (Foto:Sudirman/Rakyatsulbar.com)

MAMUJU, RAKYATSULBAR.COM  ––  Aksi unjuk rasa yang melibatkan tenaga guru dan tenaga kesehatan (nakes) bersama Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (Ipmapus) di Kantor Bupati Mamuju berakhir ricuh, Senin (5/1/2026).

Dari pantauan Reporter Rakyatsulbar.com di lapangan, puluhan guru, nakes, dan massa Ipmapus mulai menduduki pintu gerbang Kantor Bupati Mamuju sejak pagi hari. Massa menuntut kejelasan nasib tenaga honorer yang dijanjikan akan diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu.

Kericuhan pecah saat massa aksi berupaya memaksa masuk ke halaman kantor Bupati Mamuju. Namun, upaya tersebut dihadang oleh aparat keamanan, sehingga terjadi aksi saling dorong yang memicu situasi tidak kondusif.

Akibat insiden tersebut, tiga orang peserta aksi diamankan aparat, sementara satu orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Dalam orasinya, massa aksi menilai Bupati Mamuju telah mengingkari komitmen yang sebelumnya disampaikan kepada tenaga honorer.

“Kami menuntut janji Bupati Mamuju yang telah menjanjikan seluruh tenaga honorer dan guru di Mamuju akan diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu,” teriak Ahmad, salah satu orator aksi.

Diketahui, hingga saat ini sebanyak 876 orang yang telah dikukuhkan sebagai PPPK Paruh Waktu, yang terdiri dari tenaga kesehatan dan guru.
Jumlah tersebut dinilai belum mengakomodir seluruh tenaga honorer yang ada di Kabupaten Mamuju.

Hingga berita ini diterbit massa aksi masih menduduki pintu gerbang Kantor Bupati Mamuju untuk menunggu jawaban dari Bupati Mamuju. (*)

  • Bagikan