MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Hujan tak menyurutkan semangat 1000 peserta Fun Walk Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Shohwatul Is’ad. Sejak pukul 6.00 pagi, peserta telah memadati jalan Boulevard Makassar Minggu (8/2/2026).
Fun Walk yang start di Jl Boulevard dan Finish di rumah makan Wong Solo jl Alauddin ini merupakan rangkaian dari milad PPMI Shohwatul Is’ad yang ke 20 tahun.

Membuka kegiatan, hadir Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief mewakili Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang sebelumnya dijadwalkan hadir.
Kurang lebih pukul 8.00 seluruh peserta kegiatan Fun Walk telah finish di rumah makan Wong Solo untuk selanjutnya mengikuti kegiatan ramah tamah dan undian berhadiah motor, umrah, sepeda dan berbagai hadiah hiburan lainnya.
Ketua Panitia Kegiatan, Muhammad Mukhlis Halide mengapresiasi peserta yang hadir hari ini meski cuaca kurang mendukung .
“Alhamdulillah Kamis sangat bersyukur karena para peserta masih bisa berjalan dari Boulevard ke Alauddin. Ini rangkaian Milad ke 20 kami. Untuk peserta kurang lebih 1000, yang awalnya kami hanya prediksi sekitar 800an peserta,” ucapnya mengawali sambutan.
Mukhlis menjelaskan, Fun walk ini merupakan rangkaian Milad ke-20 PPMI Shohwatul Is’ad untuk merajut silaturrahim dengan seluruh stokholder.
“Dua dekade perjalanan ini menjadi bukti nyata komitmen Shohwatul Is’ad dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.
Pendiri PPMI Shohwatul Is’ad, Dr. Kh. Masrur Makmur La Tanro mengungkapkan rasa syukur atas usia ke 20 tahun pesantren yang telah didirikannya di Jl. Poros Padanglampe, 2006 silam.
“Kita sama-sama bersyukur telah sampai di usia ini. Saya sangat ingat dulu di Padanglampe lebih banyak sapi daripada orang, bahkan banyak orang yang mengatakan Padanglampe sarang pencuri. Tahun ini alhamdulillah sudah bisa kita lihat kebangkitan membawa kebaikan,” ucapnya
Lebih jauh Masrur mengatakan saat ini pesantrennya telah mencetak ribuan Alumni dan melanjutkan pendidikan ke berbagai belahan dunia.
“Jadi sekarang ini setelah 20 tahun, kami lihat data terakhir ada 1500 santri alumni, sudah banyak yang berhasil di dunia pendidikan. 4 tahun lalu kami ke Mesir anak-anak di sana banyak yang kuliah lebih dari kesebelasan seperti di Maroko, China dan di berbagai negara lain,” tambahnya.
Guru Besar Ilmu Sosial UIN Alauddin Makassar, Prof. Darussalam Syamsuddin mengapresiasi kegiatan ini dan berharap tahun depan kembali dilaksanakan.
“Kita berharap kiprah pesantren ini bisa menasional, Di milad ke depan kegiatan ini bisa kembali dilaksanakan. Kita juga berharap pesantren ini bisa di dambakan dan menjadi cerminan, apalagi 70 persen dari pendirinya lulusan Timur Tengah sehingga kajian kitab kuning pasti selesai. Saya berharap anak cucu kita melanjutkan pendidikan di pesantren ini,” tandasnya. (Hikma)








