MAMUJU, RAKYATSULBAR .COM – Badan Pusat Statistik (BPS) se-Sulawesi Barat resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan empat pejabat administrator, Selasa (24/2/26) di Aula BPS Provinsi Sulawesi Barat.
Pelantikan ini menjadi langkah strategis memperkuat kepemimpinan daerah menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat, Suri Handayani, dan dihadiri jajaran pejabat struktural serta fungsional di lingkungan BPS se-Sulawesi Barat, baik secara luring maupun daring.
Empat pejabat yang dilantik yakni Hirlan Khaeri sebagai Kepala BPS Kabupaten Pasangkayu, Abd. Syukur sebagai Kepala BPS Kabupaten Mamasa, Aan Setyawan sebagai Kepala BPS Kabupaten Mamuju Tengah, serta Sundari Budiani sebagai Kepala BPS Kabupaten Mamuju.
Rotasi dan promosi ini dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat kabupaten.
Dalam sambutannya, Suri Handayani menegaskan bahwa jabatan merupakan amanat yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab penuh.
“Jabatan bukanlah hak, namun merupakan amanat yang harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi. Penugasan ini melalui pemantauan kinerja dan rekam jejak, bukan karena kedekatan personal,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi dan perubahan pola pikir di tengah dinamika kebutuhan data yang semakin kompleks.
“BPS harus menjadi lembaga yang agile dan adaptif terhadap tantangan. Zaman bergerak, berubah. Mindset kita juga harus berubah untuk menjawab kebutuhan negara akan data yang berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan kepemimpinan ini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas koordinasi, percepatan pelaksanaan program statistik, serta pengendalian mutu data di masing-masing satuan kerja.
“Kualitas data adalah top priority. Kredibilitas BPS ditentukan oleh kualitas data yang kita hasilkan. Karena itu, seluruh jajaran harus berpedoman pada standar kualitas dalam setiap kegiatan pendataan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 menjadi agenda besar yang membutuhkan soliditas dan kesiapan seluruh jajaran.
“Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar rutinitas sepuluh tahunan, tetapi kontribusi besar BPS bagi negara dan masyarakat. Kita harus memastikan kegiatan ini sukses dan menjadi legacy penting,” katanya.
Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat soliditas internal dan mempercepat konsolidasi organisasi di tingkat kabupaten, sehingga BPS se-Sulawesi Barat semakin siap menghadirkan Statistik. (*)








