Karantina Sulsel Perkuat Koordinasi Lintas Instansi Sambut Angkutan Laut Lebaran 2026

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Karantina Sulawesi Selatan menghadiri rapat koordinasi rencana operasi penyelenggaraan angkutan laut Lebaran Tahun 2026 (1447 H) yang diselenggarakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran melalui jalur laut. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai instansi terkait guna memastikan kelancaran, keselamatan, serta kenyamanan penyelenggaraan angkutan laut di Pelabuhan Makassar.

Dalam pertemuan tersebut, pihak KSOP menyampaikan bahwa penyelenggaraan angkutan laut Lebaran merupakan agenda rutin tahunan yang membutuhkan sinergi dan koordinasi lintas instansi. Seluruh pihak diharapkan dapat menjalankan tugas dan kewenangan masing-masing secara optimal agar pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelaksanaan posko angkutan laut Lebaran direncanakan berlangsung selama 19 hari, mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026. Sementara itu, pemantauan kegiatan telah dimulai sejak 6 Maret hingga 6 April 2026 guna memastikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat.

Sejumlah isu strategis turut dibahas dalam rapat tersebut, di antaranya kesiapan armada kapal, keselamatan pelayaran, pengaturan arus penumpang, serta antisipasi potensi cuaca buruk yang dapat mempengaruhi operasional pelayaran.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Ir. Sitti Chadidjah, M.Si, menyampaikan bahwa Karantina siap mendukung kelancaran penyelenggaraan angkutan laut Lebaran melalui pengawasan terhadap lalu lintas komoditas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya yang dilalulintaskan melalui pelabuhan.

“Kami mendukung penuh upaya koordinasi lintas instansi dalam memastikan kelancaran arus mudik melalui jalur laut. Karantina Sulawesi Selatan akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara optimal untuk memastikan setiap media pembawa yang dilalulintaskan tetap memenuhi persyaratan karantina tanpa menghambat kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Diperkirakan jumlah penumpang angkutan laut Lebaran tahun ini akan mengalami peningkatan sekitar 6-7 persen secara nasional. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-10 sebelum Lebaran, sementara arus balik diperkirakan meningkat pada H+10.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh instansi yang terlibat dapat memperkuat sinergi serta kesiapsiagaan dalam mendukung penyelenggaraan angkutan laut selama periode Lebaran, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. (Emi)

  • Bagikan