Rektor UNM di FMIPA: Penguatan SDM “Skema Riset Khusus Untuk Dosen Muda”

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Farida Patitingi, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa masa depan UNM sangat ditentukan oleh kekuatan sumber daya manusia, kolaborasi riset, serta kemampuan universitas dalam memproyeksikan alumninya menjadi pemimpin bangsa.

Dalam arahannya pada peringatan Halalbihalal keluarga besar FMIPA, Rektor menilai bahwa kekuatan utama UNM terletak pada kualitas SDM di berbagai fakultas. FMIPA, demikian juga fakultas lain yang memiliki banyak guru besar dan tenaga akademik yang berkiprah tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di berbagai institusi strategis nasional menjadi pilar utama pengembangan UNM.

Namun, menurutnya, kekuatan tersebut harus dikonsolidasikan dalam satu arah besar: melahirkan SDM unggul yang berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Setiap fakultas, harus menjadi pusat lahirnya SDM unggul. Ini bukan hanya tentang lulusan, tetapi tentang bagaimana kita membangun peradaban melalui pendidikan,” tegasnya.

Rektor juga menekankan bahwa peran dosen tidak lagi terbatas pada pengajaran, tetapi harus menjadi motor penggerak riset dan pembinaan mahasiswa. Ia mendorong agar setiap dosen membina minimal tiga mahasiswa dan melibatkan mereka secara aktif dalam penelitian.

Sebagai bentuk komitmen institusi, UNM akan menyiapkan skema riset khusus bagi dosen baru dengan kewajiban melibatkan mahasiswa dalam setiap judul penelitian. Langkah ini, menurutnya, penting untuk membangun budaya akademik yang produktif sejak dini serta mempercepat lahirnya karya ilmiah yang berdampak.

Di sisi lain, penguatan kapasitas mahasiswa juga menjadi prioritas. Rektor menyampaikan bahwa dana BOPTN akan diarahkan secara strategis untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan soft skills.

Tidak hanya itu, UNM juga tengah menyiapkan program besar untuk memproyeksikan alumni sebagai kekuatan utama bangsa.

“Alumni kita tidak boleh hanya menjadi pencari kerja, tetapi harus diproyeksikan menjadi pemimpin—di berbagai sektor kehidupan,” ujarnya.

Dalam konteks tata kelola akademik, Rektor mengungkapkan bahwa UNM akan terus memperkuat sistem pengelolaan program pascasarjana. Fakultas dengan jumlah program studi pascasarjana yang besar akan didukung dengan pembentukan koordinator khusus pengelolaan PPS, guna memastikan kualitas dan efektivitas layanan akademik.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan fakultas yang progresif, seperti di FMIPA, yang dinilai mampu melahirkan berbagai inovasi untuk mendorong kemajuan fakultas sekaligus universitas.

Komitmen pengembangan SDM dosen juga menjadi perhatian serius. Rektor menyampaikan bahwa ke depan akan ada regulasi yang mendorong dosen berusia di bawah 40 tahun untuk melanjutkan studi doktoral di luar negeri. Sementara itu, bagi dosen yang berada di batas usia tersebut, UNM akan menyediakan program pengayaan wawasan global melalui skema visiting academic dan short course internasional.

Menurutnya, internasionalisasi SDM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing UNM di tingkat global.

Lebih jauh, Rektor menegaskan bahwa kemajuan UNM tidak bisa dicapai secara parsial. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh fakultas, unit kerja, dan sivitas akademika dalam memberikan ide, gagasan, bahkan kritik yang konstruktif.

“Saya berkomitmen mencurahkan perhatian penuh untuk kemajuan UNM. Tetapi kemajuan itu hanya bisa terwujud jika kita bergerak bersama, dengan tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal dan karakter bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Rektor menyampaikan pesan reflektif yang menjadi pegangan dalam membangun institusi:

“Jangan bergerak kalau tidak maju, jangan maju kalau tidak sampai, dan jangan sampai kalau tidak pada tujuan.”

Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam berbuat kebaikan, tidak hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga, tetapi juga untuk agama, bangsa, negara, dan khususnya untuk kemajuan UNM.

Pesan ini menjadi penegas bahwa pembangunan universitas bukan sekadar program, tetapi sebuah gerakan kolektif yang berakar pada nilai, komitmen, dan tanggung jawab bersama. (*)

  • Bagikan