Pemuda Salunangka Desak Perbaikan Jalan

  • Bagikan
Kondisi jalan Lingkungan Salunangka, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat

MAMUJU, RAKYATSULBAR.COM — Pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dinilai masih minim. Kondisi jalan rusak parah dan jembatan yang tidak layak menjadi keluhan utama masyarakat, khususnya di Kelurahan Rangas, Lingkungan Salunangka.

Kerusakan infrastruktur tersebut berdampak langsung pada berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi hingga layanan kesehatan yang menjadi terhambat.

Burhan, tokoh pemuda Salunangka yang juga Ketua Umum PMII Komisariat IKBS Fatimah Mamuju, mendesak Pemerintah Kabupaten Mamuju, khususnya bupati, agar segera merealisasikan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil.

Menurutnya, persoalan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan semakin parah pada awal 2026 akibat tingginya curah hujan yang memperburuk kondisi jalan.

Ia menilai, minimnya pembangunan diduga dipengaruhi keterbatasan anggaran APBD, belum meratanya prioritas pembangunan, serta kondisi geografis yang sulit dijangkau. Meski begitu, masyarakat berharap adanya kebijakan khusus, termasuk upaya mengakses dukungan pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah.

“Warga terpaksa melintasi jalan berlumpur dan licin yang berisiko tinggi. Biaya angkut hasil pertanian juga melonjak, sementara akses layanan kesehatan semakin sulit,” ungkap Burhan, Senin (4/5/26).

Ia menambahkan, potensi hasil bumi seperti kakao dan komoditas pangan lainnya cukup melimpah, namun nilai jualnya menurun akibat tingginya biaya distribusi.

“Kami merasa dianaktirikan. Padahal hasil bumi kami melimpah, tapi harga jatuh karena ongkos angkut mahal akibat jalan rusak,” tegasnya.

Selain itu, Burhan juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan pemekaran wilayah Rangas dengan Sese. Hal tersebut dinilai penting guna mendekatkan akses pelayanan administrasi serta pemerataan pembangunan di wilayah tersebut. (*)

  • Bagikan