PAREPARE, RAKYATSULBAR.COM – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Parepare menggelar coffee morning dan silaturahmi bersama awak media se-Kota Parepare di Cafe RKS Sweetness, Kecamatan Soreang, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda tersebut menjadi ajang mempererat sinergi antara Polri dan insan pers sekaligus menyampaikan sejumlah perkembangan penanganan perkara yang menjadi perhatian publik.
Dalam sambutannya, Kapolres mengungkapkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tahun ini mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”. Karena itu, dukungan media dinilai sangat penting untuk menyukseskan berbagai rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan Polres Parepare.
“Kurang lebih dua minggu lagi kita akan memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema Polri untuk Masyarakat. Kami membutuhkan dukungan, bantuan, serta kerja sama dari rekan-rekan media untuk sama-sama menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Polres Parepare,” ujar AKBP Indra.
Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan telah berjalan sejak beberapa hari terakhir, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, bakti sosial, pembagian bantuan sosial, donor darah hingga berbagai perlombaan.
Dalam pekan ini, Polres Parepare juga akan menggelar lomba domino dan turnamen Mobile Legends. Khusus untuk cabang e-sport, pemenang nantinya akan mewakili Parepare ke tingkat Polda Sulawesi Selatan hingga berpeluang melaju ke tingkat nasional.
“Kami berharap melalui sosialisasi yang masif, para atlet e-sport maupun netizen dapat berpartisipasi sehingga Parepare bisa mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional,” katanya.
Selain membahas agenda Hari Bhayangkara, Kapolres juga menyampaikan perkembangan penanganan dugaan tindak pidana korupsi pembayaran tunjangan perumahan anggota DPRD Kota Parepare.
Menurutnya, hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) baru diterima pekan lalu dan menunjukkan adanya kerugian negara sebesar Rp4.030.317.500.
“Perhitungan kerugian keuangan negara mulai tahun 2021 sampai dengan Mei 2025 sebesar Rp4.030.317.500. Dari hasil audit ini akan kami tindak lanjuti melalui gelar perkara untuk menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab,” ungkapnya.
Selain kasus korupsi, Kapolres juga membeberkan progres pengungkapan kasus narkoba oleh Polsek Pelabuhan yang sejauh ini telah mengamankan lima orang pelaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku mengakui membawa masuk barang haram tersebut dari Samarinda melalui Pelabuhan Parepare dengan berbagai modus untuk mengelabui petugas.
Sebagai langkah tegas, Polres Parepare kini tengah memproses pemblokiran rekening para pelaku untuk melacak seluruh aliran dana jaringan tersebut.
Informasi penting lain yang diluruskan adalah terkait operasional Dapur Polres yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari. Kapolres mengonfirmasi bahwa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah resmi keluar pada 12 Juni 2026 setelah seluruh prosedur pengujian sampel makanan, air dan bahan lainnya selesai dilakukan.
Menurutnya, dapur yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari memiliki standar pengawasan yang ketat, termasuk pemeriksaan keamanan pangan setiap hari sebelum makanan didistribusikan.
“Sebelum makanan keluar, dilakukan food security oleh Dokkes menggunakan alat khusus untuk memastikan makanan layak dikonsumsi. Pengecekan dilakukan setiap hari, bukan mingguan,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi bersama media, Kapolres juga menanggapi berbagai isu yang berkembang di masyarakat, termasuk maraknya penjualan bahan bakar minyak eceran dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Ia mengapresiasi kinerja jajaran penyidik Polres Parepare yang dinilai berhasil mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan migas.
“Pengungkapan tindak pidana migas di Polres Parepare termasuk yang tertinggi. Ini perlu kita apresiasi bersama,” katanya.
Kendati demikian, untuk penanganan terhadap penjualan BBM eceran, pihaknya memilih berhati-hati dan akan menggandeng Pertamina.
“Kita harus menggandeng dari rekan-rekan dari Pertamina, sebagai selaku pembina fungsinya, sehingga benar-benar kita tidak salah langkah. Karena yang akan kita sentuh ini adalah masyarakat kecil,” pungkasnya. (Emi)








