RAKYATSULBAR.COM — Portugal membuka kampanye Piala Dunia 2026 mereka menghadapi Kongo DR di Houston Stadium, Texas, dini hari nanti. Ini akan jadi panggung pembuktian kelayakan Cristiano Ronaldo memimpin negaranya.
Jika tidak ada masalah dalam persiapan terakhir Portugal, Ronaldo yang berusia 41 tahun dipastikan akan memimpin lini depan pasukan Roberto Martinez dalam penampilan ke-229nya untuk Selecao das Quinas.
Bomber veteran AlNassr itu akan berupaya menambah koleksi 143 gol internasionalnya dan akan berusaha memperbaiki performa mengecewakannya di Piala Dunia 2022, di mana ia hanya mencetak satu gol.
CR7, julukan Ronaldo bermain sebagai starter melawan Nigeria dalam uji coba terakhir yang dimenangi Portugal dengan skor 21, tetapi tidak mencetak gol.
Kapten Portugal itu memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol, termasuk satu lawan satu dengan kiper Nigeria, Maduka Okoye, tetapi empat upayanya di laga itu meleset dari sasaran.
Menghadapi Kongo di laga pembuka Grup K, Ronaldo jelas harus menunjukkan kembali ketajamannya. Bahkan, untuk laga melawan Kongo dan Uzbekistan di laga berikutnya, ia diharapkan bisa mencetak banyak gol untuk bersaing jadi top skor.
Sang superstar sendiri menunjukkan tekad dan ambisi besar menyongsong Piala Dunia ke-enam yayang kemungkinan besar menjadi kesempatan terakhirnya untuk meraih trofi Jules Rimet yang sangat dinantikan Portugal.
“Persiapan telah selesai. Semua mata tertuju pada Piala Dunia,” kata legenda Real Madrid dan Manchester United tersebut dalam unggahan di Instagram pribadinya.
Portugal melaju kencang di kualifikasi, mencetak 20 gol hanya dalam enam pertandingan untuk mengamankan tiket putaran final mereka. Dan dengan pemain bintangyang menumpuk dalam skuadnya, Roberto Martinez, mengirim pesan optimis.
“Kami menggunakan 26 pemain dalam dua pertandingan (melawan Cile dan Nigeria) dan mereka semua siap untuk Piala Dunia,” kata Martinez di ESPN.
Sang pelatih menegaskan, ia puas dengan penampilan timnya dalam pertandingan pemanasan terakhir mereka. “Saya pikir itu adalah pertandingan yang sangat bagus untuk kami. Kami jauh lebih siap,” tegasnya.
Bek Portugal, Matheus Nunes sementara itu mengingatkan timnya untuk tidak gegabah. “Kita harus mendekati setiap pertandingan seolah-olah itu adalah final dan dalam pertandingan apa pun bisa terjadi,” katanya dikutip dari Reuters.
Portugal yang disingkirkan Maroko di perempat final Piala Dunia 2022 dan mencatatkan pencapaian terbaik sebagai peringkat ketiga pada edisi 1966 hanya kalah dua kali dari 15 pertandingan terakhir mereka di babak penyisihan grup Piala Dunia.
Selain itu, Portugal tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir babak penyisihan grup Piala Dunia melawan tim dari Afrika, mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang sejak kekalahan 31 dari Maroko pada tahun 1986.
Dengan Kongo baru kembali ke putaran final pertama mereka dalam 52 tahun, Portugal jelas tidak diharapkan tergelincir melawan tim yang dalam tiga pertandingan Piala Dunia 1974 sebagai Zaire, kebobolan 14 gol dan tidak mencetak satu gol pun.
Apalagi, persiapan Kongo yang terganggu wabah virus Ebola di negara mereka menjelang turnamen tidak terlalu meyakinkan. Meski sempat bermain imbang 00 dengan Denmark, mereka kalah 12 dari Cile yang absen Piala Dunia.
Kendati begitu, pelatih Sebastien Desabre yang datang dengan skuad yang hampir seluruhnya bermain di Eropa tak mau numpang lewat. La menegaskan, mereka akan bekerja keras dan berusaha menunjukkan performa terbaik.
“Kami memainkan dua pertandingan persahabatan yang sulit dan inilah kami. Sekarang, ini adalah langkah selanjutnya bagi kami. Terserah kepada kami untuk menunjukkan penampilan yang baik di turnamen ini,” tegasnya di Reuters.
Di duel perdana kedua negara ini, Kongo DR akan berharap banyak pada pilar mereka yang merumput di Eropa. Terutama Aaron WanBissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, Arthur Masuaku, Noah Sadiki, Yoane Wissa, dan Cedric Bakambu. (*)








