FMIPA UIM Tingkatkan Literasi Masyarakat tentang Penggunaan Obat melalui Edukasi DAGUSIBU dan Swamedikasi

  • Bagikan

MAROS, RAKYATSULBAR.COM – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dan Swamedikasi, Bakti MIPA untuk Masyarakat” di Masjid Babul Khaerat, Dusun Masale, Desa Tompobulu, Kabupaten Maros, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FMIPA UIM dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait penggunaan obat yang benar.

Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai prinsip DAGUSIBU, yakni cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara tepat, serta edukasi tentang swamedikasi sebagai upaya penanganan awal terhadap keluhan kesehatan ringan secara aman dan rasional.

Program ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai profesi apoteker dan pentingnya penggunaan obat yang sesuai aturan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan materi, pemutaran video edukasi, pembagian leaflet, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Sebanyak 31 peserta dari Majelis Taklim Masjid Babul Khaerat mengikuti kegiatan tersebut.

Untuk mengukur efektivitas penyuluhan, panitia juga melaksanakan pretest dan post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah menerima materi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan sejumlah dosen FMIPA UIM, yakni apt. Nur Ida, S.Si., M.Si., Dr. apt. Nurul Jummah, S.Si., M.S.Farm., Dr. Tahirah Hasan, S.Si., M.Si., Yasnidar Yasir, S.Si., M.Si., yang juga merupakan Komisaris Rakyatsulsel.co, serta apt. Sitti Fauziah Noer, S.Si., M.Kes. Mereka bersama-sama memberikan edukasi sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UIM berharap kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat secara benar terus meningkat sehingga dapat mendukung perilaku hidup sehat sekaligus mendorong penggunaan obat yang lebih rasional di lingkungan keluarga dan masyarakat.

  • Bagikan