Bernilai Ekonomi Tinggi, 463 Kilogram Teripang Tujuan Batam Jalani Pemeriksaan Karantina

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) kembali melaksanakan tindakan karantina terhadap komoditas perikanan yang akan dilalulintaskan antardaerah. Kali ini, petugas melakukan pemeriksaan terhadap 463,10 kilogram teripang kunyit dan teripang pisang yang dikemas dalam 15 boks dengan tujuan Batam.

Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari prosedur perkarantinaan untuk memastikan komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan karantina serta bebas dari hama dan penyakit ikan yang dapat mengganggu kelestarian sumber daya hayati maupun menghambat perdagangan.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan administrasi terhadap dokumen persyaratan, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik komoditas guna memastikan kesesuaian jenis, jumlah, kondisi kemasan, serta kesehatan media pembawa. Setelah seluruh persyaratan dinyatakan terpenuhi, komoditas dapat melanjutkan proses pengiriman menuju daerah tujuan.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menyampaikan bahwa pengawasan terhadap lalu lintas komoditas perikanan merupakan salah satu upaya menjaga kesehatan sumber daya ikan sekaligus mendukung kelancaran distribusi antardaerah.

“Setiap media pembawa yang dilalulintaskan wajib melalui tindakan karantina sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit ikan serta memastikan komoditas yang diperdagangkan aman dan memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Teripang kunyit dan teripang pisang merupakan dua jenis teripang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi komoditas unggulan perikanan Indonesia. Teripang kunyit dikenal memiliki tubuh berwarna kuning kecokelatan dengan tekstur yang khas, sedangkan teripang pisang memiliki bentuk tubuh memanjang menyerupai buah pisang.

Kedua jenis teripang ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, terutama dalam masakan Asia, serta diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah karena kandungan protein, kolagen, dan senyawa bioaktif yang dimilikinya.

  • Bagikan