Karding: Indonesia Bisa Jadi Raja Udang Dunia, Karantina Siap Kawal Ekspor

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, optimistis Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pemain utama industri udang dunia. Menurutnya, potensi tersebut dapat diwujudkan apabila ekosistem budidaya, pengolahan, hingga sistem jaminan mutu dan karantina dibangun secara terintegrasi sesuai standar internasional.

Optimisme itu disampaikan Karding saat meninjau PT Bogatama Marinusa (Bomar), salah satu perusahaan pengolahan dan eksportir udang di Makassar, Sulawesi Selatan, yang secara konsisten memasok produk perikanan ke berbagai negara, Jumat (7/8)

“BOMAR merupakan salah satu perusahaan yang menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya bisa menjadi pemain udang nomor satu di dunia. Kalau udang ini dikelola dengan tepat, seperti ekosistem yang dibangun Bomar dengan standar yang sangat tinggi, saya optimistis potensi itu bisa kita wujudkan,” ujar Karding.

Dalam kunjungan tersebut, Karding meninjau seluruh rantai produksi udang ekspor, mulai dari proses pengolahan (breaded process), pengemasan, hingga tahapan pemeriksaan karantina sebelum produk diberangkatkan ke negara tujuan.

Menurutnya, keberhasilan komoditas perikanan Indonesia menembus pasar global tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh sistem karantina yang mampu menjamin kesehatan, keamanan pangan, mutu, dan ketertelusuran komoditas sesuai persyaratan negara tujuan.

“Standar yang diterapkan Bomar sudah memenuhi standar ekspor dunia. Tugas kami memastikan setiap komoditas perikanan yang keluar maupun masuk, baik antarwilayah maupun antarnegara, benar-benar sehat, mutunya terjaga, dan kualitasnya sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan,” kata Karding.

CEO PT Bogatama Marinusa, Tigor Chendarma, mengatakan pelayanan karantina telah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan ekspor perusahaan. Menurutnya, kepastian layanan yang cepat dan kredibel memberikan jaminan bagi pelaku usaha dalam memenuhi standar perdagangan internasional sekaligus mempertahankan kepercayaan mitra dagang.

“Layanan karantina bukan sekadar persyaratan administrasi, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap produk yang kami kirim telah memenuhi standar kesehatan dan keamanan yang dipersyaratkan negara tujuan. Kepastian layanan yang cepat dan kredibel sangat membantu kami menjaga kelancaran ekspor serta mempertahankan kepercayaan mitra dagang di luar negeri,” ujar Tigor.

Sementara itu, Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan seluruh komoditas yang akan diekspor dipastikan telah memenuhi persyaratan kesehatan dan teknis sebelum sertifikat karantina diterbitkan.

“Komitmen kami adalah memastikan setiap komoditas yang diekspor telah memenuhi seluruh persyaratan karantina sehingga dapat diterima negara tujuan tanpa hambatan. Di sisi lain, kami terus meningkatkan kualitas layanan agar proses sertifikasi berlangsung cepat, akurat, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” katanya.

Data Karantina Sulawesi Selatan menunjukkan, sepanjang Semester I 2026 PT Bomar telah mengekspor 859,4 ton udang dengan nilai mencapai Rp148,2 miliar. Volume tersebut terdiri atas 765,1 ton udang vaname senilai Rp122,5 miliar dan 94,3 ton udang windu senilai Rp25,7 miliar. Seluruh komoditas telah melalui tindakan karantina dan diterbitkan 69 sertifikat karantina sebagai persyaratan ekspor ke sejumlah negara tujuan, antara lain Jepang, Vietnam, dan Tiongkok.

Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Tenaga Ahli Utama dan Inspektur Barantin. Melalui penguatan sinergi dengan pelaku usaha, Barantin menegaskan komitmennya menjaga kelancaran ekspor sekaligus meningkatkan daya saing komoditas perikanan Indonesia di pasar internasional.

Bagi Barantin, setiap sertifikat karantina yang diterbitkan bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan jaminan bahwa produk perikanan Indonesia telah memenuhi standar kesehatan dan keamanan yang dipersyaratkan dunia. Dengan sistem karantina yang semakin kuat, peluang Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan utama industri udang global diyakini akan semakin terbuka.

  • Bagikan