LUWU TIMUR, RAKYATSULBAR.COM – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama warga Puncak Indah, Kecamatan Malili, yang digelar di Masjid Babul Khair, Selasa (1/9/2026).
Tampak hadir pada peringatan maulid tersebut Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, Jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, pemerintah desa dan warga Desa Puncak Indah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Luwu Timur mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah SAW, termasuk dengan menjaga lingkungan.
Bupati Irwan mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk mengambil hikmah dari kehidupan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mari kita ambil hikmahnya dan jadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Bupati.
Selain pesan keagamaan, Irwan menitipkan perhatian terhadap kondisi lingkungan, khususnya kawasan hutan.
Ia mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan mengingat saat ini memasuki musim kemarau.
“Mari ki sama-sama menjaga kawasan hutan kita ini. Hindari bakar-membakar dan edukasi masyarakat,” ajak Bupati.
Pesan tersebut sejalan dengan materi yang disampaikan Ustaz Deka Permadi dalam ceramahnya, yang menyebut terdapat empat “permata” dalam diri manusia yang perlu dijaga, yakni akal, agama, rasa malu, dan amal.
Menurutnya, sifat rakus dan tamak dapat membuat seseorang kehilangan rasa malu. Karena itu, manusia perlu menjaga akal dan agamanya agar mampu mengendalikan diri serta mempertimbangkan dampak dari setiap perbuatannya.
Nilai tersebut juga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari amal dan tanggung jawab manusia dalam menjalankan kehidupannya.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan tradisi mengambil telur pada pohon bunga male yang telah disiapkan panitia. Jamaah yang hadir tampak antusias dan gembira mengikuti tradisi tersebut sebelum meninggalkan masjid. (han/ikp-humas/kominfo-sp)








