Antisipasi Penyebaran PMK, Karantina Sulsel Periksa Ketat Kambing Asal NTT

  • Bagikan

BONE; RAKYATSULBAR.COM – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) memperketat pengawasan terhadap pemasukan ternak sebagai langkah mencegah masuk dan menyebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di wilayah Sulawesi Selatan.

Pengawasan terbaru dilakukan terhadap pemasukan 100 ekor kambing asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tiba melalui Tempat Pelayanan Karantina Pelabuhan Tuju-Tuju, Kabupaten Bone.

Sesaat setelah kapal bersandar, petugas melakukan pemeriksaan fisik secara visual dengan memperhatikan kondisi ternak, terutama pada bagian mulut dan kuku sebagai salah satu fokus untuk mendeteksi gejala klinis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Tak berhenti pada pemeriksaan. Pemeriksaan kesesuaian dokumen dan tindakan biosekuriti juga dilakukan melalui penyemprotan disinfektan pada ternak dan alat angkut untuk meminimalkan risiko penyebaran hama penyakit hewan karantina (HPHK).

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan pengawasan lalu lintas ternak merupakan bagian penting dalam mencegah penyebaran penyakit hewan antarwilayah.

“Lalu lintas ternak tentu tetap harus berjalan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi. Namun, kesehatan hewan tidak boleh diabaikan. Karena itu, setiap ternak yang dilalulintaskan harus dilaporkan dan memenuhi persyaratan karantina agar risiko penyebaran penyakit dapat kita cegah bersama,” ujar Chadidjah.

la menekankan bahwa kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha untuk Lapor Karantina menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Dengan melapor, petugas dapat melakukan pemeriksaan dan tindakan karantina yang diperlukan sebelum ternak melanjutkan perjalanan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh kambing dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan gejala klinis yang mengarah pada Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Setelah dokumen dan seluruh persyaratan karantina dipastikan terpenuhi, ratusan ekor kambing tersebut dapat melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan.

Jadi, membawa atau mengirim ternak dari satu daerah ke daerah lain bukan hanya soal memastikan kendaraan dan tujuan sudah siap. Ada kesehatan hewan dan keamanan wilayah yang juga harus

dijaga.

  • Bagikan