MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM — H. Faisal Ibrahim Surur kembali menorehkan pencapaian membanggakan. Direktur Utama PT Saudi Patria Wisata tersebut meraih gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) dari Universitas Islam Syekh Daud Al-Fathani, Thailand, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam bidang pendidikan dan sosial.
Penghargaan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Faisal Ibrahim. Sebelum dikenal sebagai pengusaha dan tokoh yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial, Faisal merupakan alumni Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Latar belakang pesantren itu ikut membentuk perjalanan hidupnya. Pendidikan agama, kedisiplinan serta semangat pengabdian yang diperolehnya di As’adiyah kemudian menjadi modal dalam menempuh pendidikan lebih tinggi dan mengembangkan aktivitas profesional maupun sosial.
Perjalanan akademiknya pun terus berlanjut. Setelah menempuh pendidikan pesantren, Faisal melanjutkan pendidikan tinggi hingga meraih gelar Lc. Ia kemudian menempuh pendidikan S2 di Universitas Indonesia (UI), jurusan Hubungan Internasional.
Kini, di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan aktivitas sosial, Faisal kembali melanjutkan pendidikan formal. Ia tercatat sedang menempuh program S3 reguler di UIN Alauddin Makassar dengan konsentrasi Manajemen Pendidikan.
Dengan demikian, gelar Doktor Honoris Causa yang diterimanya tidak membuat Faisal berhenti mengejar pendidikan akademik. Ia tetap menjalani proses pendidikan doktoral reguler sebagai bagian dari komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Kepedulian Besar kepada Almamater As’adiyah
Kedekatan Faisal dengan Pondok Pesantren As’adiyah tidak berhenti setelah dirinya menjadi alumni. Ia justru menunjukkan kepedulian nyata terhadap pengembangan lembaga pendidikan Islam yang telah membesarkannya.
Salah satu kontribusi besarnya adalah dukungan pembangunan Gedung Serbaguna AG. H. Muh. Yusuf Surur di Kampus III As’adiyah Macanang.
Situs resmi Pondok Pesantren As’adiyah mencatat Faisal Ibrahim Surur memberikan donasi sekitar Rp3 miliar untuk pembangunan fasilitas tersebut. Gedung kemudian diresmikan dan diserahkan kepada Pondok Pesantren As’adiyah pada September 2025.
Nama AG. H. Muh. Yusuf Surur yang diabadikan pada gedung tersebut memiliki makna khusus. Ia merupakan kakek Faisal yang pernah menjabat Sekretaris Jenderal Pondok Pesantren As’adiyah pada era kepemimpinan AG. KH. Muh. Yunus Martan.
Kontribusi tersebut memperlihatkan kuatnya ikatan seorang alumni terhadap almamaternya. Kesuksesan yang diperoleh di dunia usaha dikembalikan dalam bentuk dukungan terhadap pendidikan dan generasi santri berikutnya.
Faisal juga dikenal sebagai Direktur Utama PT Saudi Patria Wisata, perusahaan yang bergerak dalam bidang perjalanan, termasuk pelayanan perjalanan ibadah.
Gelar Kehormatan Jadi Motivasi Pengabdian
Penganugerahan Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Syekh Daud Al-Fathani Thailand semakin melengkapi perjalanan Faisal Ibrahim dalam dunia pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.
Gelar kehormatan tersebut diharapkan bukan sekadar menjadi pencapaian personal, tetapi semakin memperbesar tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan pendidikan.
Perjalanan Faisal juga dapat menjadi inspirasi bagi kalangan santri. Pendidikan pesantren bukanlah batas untuk berkiprah lebih luas. Dari As’adiyah Sengkang, pendidikan tinggi hingga aktivitas usaha dan sosial, seorang santri dapat mengambil peran di tingkat nasional bahkan internasional.
Kini Faisal tetap memilih kembali ke ruang akademik. Di UIN Alauddin Makassar, ia sedang menempuh pendidikan S3 Manajemen Pendidikan, sekaligus mempertemukan pengalaman panjangnya di dunia usaha, sosial dan pendidikan dengan pengembangan keilmuan secara akademik.
Dari santri As’adiyah Sengkang, melanjutkan pendidikan hingga Universitas Indonesia, berkiprah di dunia usaha dan sosial, menerima Doktor Honoris Causa dari Thailand, hingga kini menempuh S3 reguler di UIN Alauddin Makassar—perjalanan H. Faisal Ibrahim Surur menunjukkan bahwa proses belajar dan pengabdian tidak pernah berhenti.
(Rakyatsulsel.co)








