Muda Bergerak Sulsel Gelar Konsolidasi, Tetapkan Lorong Binaan dan Debat Kampus

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM — Muda Bergerak Sulawesi Selatan menggelar konsolidasi internal sebagai langkah strategis untuk memperkuat soliditas organisasi serta menyatukan arah gerak kepengurusan di berbagai tingkatan.

Konsolidasi tersebut berlangsung pada malam hari di salah satu warkop di kawasan Jl. Urip Sumaharjo, Makassar. Suasana sederhana namun hangat itu justru mempertegas semangat kolektif para kader muda yang berkumpul untuk merumuskan arah gerakan ke depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Suwardi, yang menjabat sebagai Sekretaris Gerakan Rakyat Sulsel. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan gerakan kepemudaan, sekaligus menegaskan bahwa Muda Bergerak merupakan sayap organisasi yang berperan dalam menggerakkan partisipasi dan aspirasi pemuda.

Ketua DPW Muda Bergerak Sulawesi Selatan, Muh. Alief, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh pengurus.

“Saya membuka peluang seluas-luasnya kepada seluruh pengurus Muda Bergerak untuk mengeluarkan ide dan gagasannya. Apa yang ingin pengurus lakukan — gas kan! Saya bermimpi Muda Bergerak benar-benar menjadi wadah pemuda untuk menyampaikan aspirasi, yang selama ini sering hanya berhenti di meja warkop saja,” ujarnya.

Anggota Muda Bergerak Sulawesi Selatan sendiri berasal dari beragam latar belakang lulusan kampus ternama, baik negeri maupun swasta. Di antaranya alumni Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, UIN Alauddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia, hingga berbagai perguruan tinggi lainnya. Latar belakang keilmuan mereka pun beragam, mulai dari kesehatan, hukum, ekonomi, pertanian, teknik, pendidikan, hingga ilmu sosial dan politik.

Keberagaman akademik ini menjadi kekuatan kolektif dalam merancang program yang tidak hanya ideal secara gagasan, tetapi juga aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain penguatan struktur organisasi, forum ini juga menetapkan dua program unggulan yang akan menjadi fokus gerakan ke depan, yaitu Lorong Binaan dan Debat Kampus.

Program Lorong Binaan akan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat dengan menjadikan lorong-lorong pemukiman sebagai wilayah percontohan pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah yang produktif. Sementara Debat Kampus dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun ini dan akan menjadi panggung adu gagasan mahasiswa dari berbagai kampus di Sulawesi Selatan.

Melalui konsolidasi ini, Muda Bergerak Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan gerakan pemuda yang progresif, solutif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (*)

  • Bagikan