Pastikan Keamanan Bertanding, Ratusan Atlet Pencak Silat Maros Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

  • Bagikan

MAROS, RAKYATSULBAR.COM – Turnamen bergengsi Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Kabupaten Maros resmi digelar di Gedung Serbaguna Maros. Ajang yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 1 hingga 3 Mei 2026 ini, diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai kelompok usia, mulai dari kalangan pelajar hingga dewasa.

Turnamen ini menjadi magnet bagi para pencinta bela diri karena menjadi wadah bertemunya utusan dari berbagai perguruan pencak silat terbaik se-Kabupaten Maros. Guna memastikan para atlet dapat berlaga secara maksimal tanpa rasa cemas, panitia penyelenggara bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh peserta.

Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Bupati Maros, Bpk. Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H. bersama Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Maros, Bpk. H. Suwardi, S.E., M.Si, serta jajaran pejabat daerah terkait lainnya.

Perlindungan Penuh untuk Ratusan Atlet
Tercatat sebanyak 314 atlet yang berlaga dalam kejuaraan ini telah terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selama kompetisi berlangsung. Perlindungan ini menjadi hal krusial mengingat pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga dengan kontak fisik tinggi yang memiliki risiko cedera cukup besar.

Para atlet tersebut mendapatkan perlindungan dari dua program utama BPJS Ketenagakerjaan, yaitu:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): Menjamin biaya pengobatan tanpa batas (sesuai indikasi medis) jika atlet mengalami cedera saat bertanding atau berlatih.
  • Jaminan Kematian (JKM): Memberikan santunan tunai kepada ahli waris jika terjadi risiko meninggal dunia selama masa perlindungan.

Apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan Maros
Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Maros, Ibu Delitha Sonde, memberikan apresiasi yang tinggi atas komitmen panitia dan Pemerintah Kabupaten Maros dalam memprioritaskan keselamatan para pejuang olahraga daerah.

“Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif dari panitia penyelenggara serta Pemerintah Kabupaten Maros yang telah memberikan ruang aman bagi para atlet. Dengan adanya perlindungan program JKK dan JKM ini, para atlet pencak silat dapat fokus mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan mengejar prestasi tertinggi tanpa harus mengkhawatirkan risiko finansial akibat cedera,” ujar Delitha Sonde.

Ia juga menambahkan bahwa perlindungan ini merupakan wujud nyata hadirnya negara dalam memberikan peace of mind (ketenangan pikiran) tidak hanya bagi sang atlet, tetapi juga bagi keluarga yang mendukung mereka di rumah.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara Pemkab Maros, Disparpora, dan BPJS Ketenagakerjaan, Kejurkab Pencak Silat 2026 diharapkan tidak hanya sukses dalam melahirkan bibit-bibit juara baru, tetapi juga menjadi barometer pelaksanaan event olahraga yang aman, profesional, dan terlindungi di Sulawesi Selatan.

  • Bagikan