MAKASSAR, RALYATSULBAR.COM – Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) secara resmi melepas mahasiswa Program Studi Sastra Arab untuk mengikuti kegiatan Perkampungan Bahasa Arab (PBA) di dua pondok pesantren di Sulawesi Selatan sebagai implementasi kerja sama kelembagaan sekaligus penguatan kompetensi kebahasaan dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pelepasan berlangsung di Aula Dekanat FSIKP UMI pada Jumat, 3 Juli 2026, oleh Dekan FSIKP UMI, Dr. Hj. Nurjannah Abna, S.S., M.Pd.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan FSIKP UMI, Ketua Program Studi Sastra Arab Dr. Nurtaqwa Amin, M.Hum., Pengurus Himpunan Mahasiswa Sastra Arab (HIMSAB) FSIKP UMI, dosen pendamping, serta mahasiswa peserta program.
Ketua HIMSAB FSIKP UMI, Zulfikar Al Ghifari Damau, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun ini, mahasiswa dibagi ke dalam dua tim. Tim pertama akan melaksanakan Perkampungan Bahasa Arab di Pondok Pesantren Penghafal Al-Qur’an KH. Muhammad Syawir Dahlan yang berlokasi di Palampang, Kelurahan Jagong, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Sementara tim kedua akan bertugas di Pondok Pesantren Al-Asri Enrekang. Kedua kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Program Studi Sastra Arab FSIKP UMI dengan masing-masing pondok pesantren dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab.
Al Ghifari menambahkan bahwa Perkampungan Bahasa Arab merupakan program unggulan Himpunan mahasiswa Sastra Arab yang bertujuan menghadirkan lingkungan berbahasa Arab secara intensif sekaligus mengimplementasikan kompetensi akademik mahasiswa di tengah masyarakat.
“Program ini menjadi wadah bagi kami mahasiswa untuk mengasah kemampuan berbahasa Arab secara komunikatif, melatih kepemimpinan, meningkatkan kemampuan mengajar, serta membangun karakter melalui interaksi langsung dengan santri dan masyarakat pesantren,” harap mahasiswa semester VI ini.
Sementara itu, Ketua Program Studi Sastra Arab FSIKP UMI, Dr. Nurtaqwa Amin, M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan PBA merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis pengalaman lapangan (experiential learning) yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat.
Dr. Nurtaqwa menambahkan bahwa mahasiswa Sastra Arab tidak hanya dituntut menguasai teori kebahasaan, tetapi juga memiliki kemampuan menerapkan bahasa Arab dalam kehidupan nyata, khususnya pada lingkungan pendidikan Islam.
“Perkampungan Bahasa Arab menjadi media bagi mahasiswa untuk membangun budaya komunikasi berbahasa Arab, mengembangkan kemampuan pedagogik, serta memperkuat jejaring kemitraan antara perguruan tinggi dan pesantren. Pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik, penerjemah, peneliti, maupun praktisi bahasa Arab di masa depan,” jelasnya.
Dekan FSIKP UMI, Dr. Hj. Nurjannah Abna, S.S., M.Pd., menekankan bahwa seluruh peserta merupakan duta Universitas Muslim Indonesia yang membawa nama baik fakultas dan almamater selama berada di lokasi kegiatan.
Nurjannah mengingatkan mahasiswa untuk menjaga integritas, kedisiplinan, etika, dan profesionalisme dalam setiap aktivitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas UMI.
“Ananda sekalian bukan sekadar mengikuti program akademik, tetapi membawa amanah dan kepercayaan institusi. Jagalah nama baik almamater Universitas Muslim Indonesia dengan menunjukkan akhlak yang mulia, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan akademik yang terbaik. Jadikan setiap interaksi dengan masyarakat sebagai sarana belajar sekaligus berdakwah melalui ilmu dan keteladanan,” tegasnya.
Alumni FSIKP ini berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya akademik, meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Arab mahasiswa, memperluas jejaring kerja sama dengan pesantren, serta melahirkan lulusan yang unggul, profesional, dan berkarakter Islami.
Melalui program Perkampungan Bahasa Arab ini, FSIKP UMI terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang berdampak bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.








