MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan), Sitti Chadidjah melakukan pertemuan dengan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi mendukung kelancaran lalu lintas komoditas pertanian dan peternakan dari Kabupaten Sidrap ke berbagai daerah di Indonesia.
Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya strategis untuk memastikan komoditas unggulan Sidrap dapat dilalulintaskan secara aman, sehat, dan memenuhi persyaratan karantina, sehingga mampu menjaga keberlanjutan distribusi pangan serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, telur ayam ras menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Kabupaten Sidrap dikenal sebagai sentra produksi telur ayam terbesar di Sulawesi Selatan bahkan menjadi salah satu lumbung telur terbesar di kawasan Indonesia Timur. Produksi telur dari daerah ini didistribusikan setiap hari ke berbagai wilayah di Sulawesi, Kalimantan, Maluku hingga Papua, menjadikannya komoditas strategis dalam menjaga ketersediaan protein hewani masyarakat.
Bupati Sidrap menyambut baik dukungan Karantina Sulawesi Selatan terhadap pengembangan sektor pertanian dan peternakan di daerahnya. Menurutnya, kelancaran distribusi komoditas, khususnya telur ayam, menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
“Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Karantina sangat penting untuk memastikan komoditas unggulan daerah dapat dipasarkan secara luas dengan tetap memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Kami berharap kerja sama ini semakin memperkuat posisi Sidrap sebagai sentra produksi pangan dan lumbung telur nasional,” kata Bupati.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa Kabupaten Sidrap merupakan salah satu daerah penyangga pangan strategis di Sulawesi Selatan dengan komoditas unggulan sektor pertanian dan peternakan antara lain yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, baik di Sulawesi maupun wilayah Indonesia lainnya. Oleh karena itu, dukungan terhadap kelancaran lalu lintas komoditas menjadi hal yang sangat penting agar distribusi berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek biosekuriti dan kesehatan hewan.
“Sidrap memiliki kontribusi besar terhadap pasokan pangan nasional, khususnya komoditas peternakan. Karantina berkomitmen memberikan layanan terbaik sekaligus memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan sehingga dapat diterima di daerah tujuan,” ujarnya.
Melalui pertemuan ini, kedua pihak sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi, memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas, serta mendorong pelayanan karantina yang semakin cepat, efektif, dan adaptif guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta menjaga ketahanan pangan nasional. (*)








