JAKARYA, RAKYATSULBAR.COM – Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tengah mengembangkan Lapak Luar Biasa (LALUBI) sebagai rumah besar bagi karya peserta didik berkebutuhan khusus di seluruh Indonesia. Platform digital ini dirancang untuk membuka akses yang lebih luas bagi hasil karya peserta didik agar dapat dikenal, diapresiasi, dan dipasarkan kepada masyarakat.
Kehadiran LALUBI menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam memperkuat pendidikan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi peserta didik berkebutuhan khusus. Selama ini, berbagai produk yang dihasilkan melalui proses pembelajaran di sekolah memiliki kualitas yang baik, namun belum sepenuhnya memperoleh akses ke pasar yang lebih luas.
Melalui LALUBI, berbagai karya dan produk hasil kreativitas peserta didik, mulai dari bidang pertanian, kuliner, tata rias, kerajinan tangan, fesyen, desain grafis, hingga beragam produk kreatif lainnya, akan terhubung dalam satu portal nasional yang dapat diakses masyarakat dari berbagai daerah.
Untuk memastikan platform ini sesuai dengan kebutuhan pengguna, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus menyelenggarakan Uji Coba Sistem Portal LALUBI pada 24–26 Juni 2026. Kegiatan dilaksanakan secara bauran (hybrid) dengan melibatkan guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dari seluruh Indonesia, baik secara luring di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta maupun secara daring dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua.
Keterlibatan para guru menjadi bagian penting dalam penyempurnaan sistem. Melalui proses uji coba, peserta memberikan berbagai masukan terkait kemudahan penggunaan, aksesibilitas, keamanan data, serta pengembangan fitur yang diperlukan untuk mendukung implementasi platform di sekolah.
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, menjelaskan bahwa LALUBI merupakan inovasi yang dikembangkan untuk menjawab tantangan sekaligus peluang di era ekonomi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka kesempatan yang semakin luas bagi siapa pun untuk memasarkan produk dan karya tanpa dibatasi oleh jarak maupun lokasi geografis.
Karena itu, peserta didik berkebutuhan khusus juga perlu memperoleh ruang yang sama untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan produktivitasnya kepada masyarakat. LALUBI dihadirkan sebagai jembatan yang menghubungkan hasil pembelajaran keterampilan di sekolah dengan peluang ekonomi yang nyata.
Ke depan, LALUBI tidak hanya diperuntukkan bagi Sekolah Luar Biasa (SLB), tetapi juga akan menjangkau satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif di seluruh Indonesia. Dengan demikian, platform ini diharapkan menjadi wadah bersama yang menghimpun dan mempromosikan karya peserta didik berkebutuhan khusus tanpa membedakan latar belakang maupun tempat mereka belajar.
Lebih dari sekadar platform pemasaran, LALUBI diharapkan menjadi ekosistem pemberdayaan yang mampu mempertemukan sekolah, peserta didik, masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri. Dalam rangka memperkuat ekosistem tersebut, Kemendikdasmen membuka peluang kolaborasi melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), seperti pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, peningkatan kualitas produk, bantuan peralatan produksi, program magang, pendampingan usaha, hingga kemitraan pemasaran.
Setiap produk yang dipasarkan melalui LALUBI bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mencerminkan semangat, kreativitas, ketekunan, dan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus dalam menghasilkan karya terbaiknya. Karena itu, dukungan berbagai pihak akan menjadi bagian penting dalam membangun Indonesia yang semakin inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap warga negara untuk berkembang.
Sebagai langkah lanjutan, pada Juli 2026 Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus akan memperkenalkan LALUBI kepada guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SLB di seluruh Indonesia. Para guru TIK diharapkan menjadi penggerak utama dalam implementasi dan pengembangan pemanfaatan platform di sekolah masing-masing.
Melalui LALUBI, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang yang lebih luas bagi karya anak-anak berkebutuhan khusus Indonesia. Sebuah rumah besar yang tidak hanya menampilkan hasil karya, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian, pemberdayaan, dan masa depan yang lebih inklusif bagi seluruh peserta didik berkebutuhan khusus di Indonesia.








