MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Sebanyak 25 mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti kegiatan praktik lapang di Laboratorium Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Dasar Perlindungan Tanaman, Teknologi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan Pestisida Nabati yang bertujuan mempertemukan teori di ruang kuliah dengan praktik di lapangan.
Didampingi tiga dosen pembimbing, para mahasiswa mendapat kesempatan melihat secara langsung peran laboratorium karantina dalam mendukung tindakan karantina terhadap media pembawa hama dan penyakit hewan, ikan, serta tumbuhan. Melalui kunjungan ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai tahapan pengujian laboratorium, mulai dari penerimaan sampel, proses pengujian, pemeriksaan spesimen, hingga pemanfaatan teknologi diagnostik untuk mendukung keamanan hayati nasional.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah mengatakan bahwa laboratorium menjadi bagian penting dalam memastikan media pembawa yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan dan bebas dari hama maupun penyakit yang berpotensi membahayakan sumber daya alam hayati Indonesia. Laboratorium tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengujian, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang mampu memperkenalkan penerapan ilmu biosekuriti kepada generasi muda.
“Karantina tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berbagi pengetahuan kepada dunia akademik. Melalui kunjungan ini, kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai bagaimana ilmu perlindungan tanaman, kesehatan hewan, kesehatan ikan, hingga keamanan pangan diterapkan dalam sistem karantina untuk menjaga keamanan hayati Indonesia,” ujar Kepala Karantina Sulawesi Selatan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dibagi ke sejumlah laboratorium, yaitu Laboratorium Karantina Hewan, Laboratorium Karantina Ikan, Laboratorium Karantina Tumbuhan, serta Laboratorium Keamanan Mutu Pangan dan Pakan. Para pejabat fungsional karantina dan analis laboratorium memberikan penjelasan mengenai metode pengujian, identifikasi organisme pengganggu, penerapan sistem manajemen mutu laboratorium, hingga pentingnya standar operasional prosedur (SOP) dalam menjamin hasil pengujian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan ini, Karantina Sulawesi Selatan berkomitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Sinergi antara dunia akademik dan institusi pemerintah diharapkan mampu mencetak generasi yang memiliki kompetensi dalam bidang perlindungan tanaman, kesehatan hewan, kesehatan ikan, serta biosekuriti untuk mendukung ketahanan pangan dan keamanan hayati nasional.








