MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Nama Prof. Dr. Andi Aslinda menjadi salah satu figur yang banyak diperbincangkan menjelang pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2026–2030.
Guru Besar Administrasi Publik itu dinilai memiliki pengalaman kepemimpinan yang berjenjang, mulai dari tingkat program studi hingga menduduki posisi strategis di jajaran pimpinan universitas.
Akademisi kelahiran Pinrang, 10 Oktober 1969, tersebut saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kepegawaian UNM.
Jabatan yang diembannya sejak 1 Juli 2024 itu menempatkannya sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan akademik di perguruan tinggi negeri terbesar di Indonesia Timur tersebut.
Perjalanan kepemimpinannya di lingkungan UNM dimulai ketika dipercaya sebagai Sekretaris Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) pada periode 2019–2020.
Dari posisi itu, ia kemudian dipercaya memimpin Program Studi Administrasi Negara sebagai ketua program studi pada periode 2020–2022.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi dalam membangun tata kelola akademik, mulai dari penguatan sistem pembelajaran, peningkatan mutu pendidikan, hingga pengembangan program studi yang responsif terhadap perubahan dunia pendidikan.
Kariernya berlanjut pada 2022 ketika mendapat amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan FIS-H UNM. Tanggung jawab yang diembannya semakin luas, mencakup pengelolaan administrasi, sumber daya, serta tata kelola kelembagaan di tingkat fakultas.
Dua tahun berselang, Prof. Andi Aslinda dipercaya masuk ke jajaran pimpinan universitas sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kepegawaian.
Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam berbagai kebijakan strategis, mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan sistem penjaminan mutu, hingga mendorong transformasi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Selain dikenal sebagai akademisi, Prof. Andi Aslinda juga aktif dalam berbagai organisasi profesi. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Umum DPD Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat periode 2025–2028.
Melalui organisasi tersebut, ia turut berkontribusi dalam pengembangan keilmuan administrasi publik serta penguatan tata kelola pemerintahan.
Aktivitas organisasinya juga mencakup keterlibatan sebagai pengurus Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia, Asosiasi Dosen Pendidikan Kewarganegaraan (ADPK) Sulawesi Selatan, Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Pinrang, hingga Pengurus Komisariat Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial.
Komitmennya terhadap dunia pendidikan tidak hanya diwujudkan di lingkungan perguruan tinggi. Ia juga dipercaya memimpin Yayasan Pendidikan Balik Diwa Makassar sebagai bagian dari pengabdiannya dalam pengembangan sumber daya manusia di luar kampus.
Dengan rekam jejak akademik, pengalaman birokrasi kampus yang lengkap, serta kiprah organisasi yang konsisten, Prof. Dr. Andi Aslinda menjadi salah satu figur yang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan untuk membawa UNM menghadapi tantangan pendidikan tinggi pada masa mendatang.
Pengalaman yang dibangun dari tingkat program studi hingga jajaran pimpinan universitas menjadi modal penting yang memperkuat posisinya sebagai salah satu nama yang diperhitungkan dalam bursa calon Rektor UNM periode 2026–2030.








