Mubaligh/Muballihat Siap Jadi Agen Perubahan, Dukung Makassar Bersih dan Merdeka dari Sampah

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM — Diskusi Bulanan DPP IMMIM bersama Pemerintah Kota Makassar melahirkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat peran muballig dalam mendukung gerakan Makassar Bersih.

Diskusi yang berlangsung di Makassar, Kamis (20/8/2026), mengangkat tema “Muballig dan Spirit Kemerdekaan: Untuk Makassar Bersih.”

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Hj. Melinda Aksa Munafri Hasan Pinang, Prof. Dr. KH. Kamaluddin Abunawas, MA., Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag., dan Dr. H. Helmy Budiman.

Momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dinilai harus menjadi motivasi bagi para muballig untuk terus meningkatkan kapasitas dan mental dalam menjalankan tugas dakwah. Keikhlasan dan kebersihan niat menjadi nilai penting yang perlu terus diperkuat.

Salah satu poin utama rekomendasi menegaskan posisi muballig sebagai agen perubahan atau agent of change. Muballig tidak hanya berperan menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mewujudkan Makassar yang bersih dan “Merdeka dari Sampah.”

DPP IMMIM juga mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi antara muballig, pemerintah dan masyarakat. Muballig diharapkan dapat memberikan keteladanan sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan serta menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan gerakan Makassar Bersih.

Tidak sebatas imbauan, hasil diskusi juga mendorong lahirnya aksi nyata dari lingkungan masjid. Para muballig bersama pengurus masjid didorong mulai menyediakan secara mandiri peralatan dan sarana kebersihan di lingkungan masjid masing-masing.

Langkah tersebut diharapkan menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah dan dakwah, tetapi sekaligus menjadi pusat edukasi dan keteladanan dalam membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar direkomendasikan untuk mengadakan pelatihan dan pendampingan pemilahan sampah bagi takmir serta remaja masjid.

Pelatihan tersebut diharapkan memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah, sehingga gerakan Makassar Bersih dapat semakin kuat dengan keterlibatan komunitas masjid.

Melalui rekomendasi Diskusi Bulanan DPP IMMIM ini, para muballig diharapkan semakin memperkuat peran dakwah sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan peradaban umat.

Semangat kemerdekaan dengan demikian tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi diterjemahkan dalam gerakan bersama untuk membebaskan lingkungan dari persoalan sampah dan mewujudkan Makassar Bersih, sehat dan nyaman.

Lima rekomendasi utama yang dihasilkan dalam diskusi tersebut yakni:

  1. Menjadikan momentum Kemerdekaan RI ke-81 sebagai motivasi peningkatan kapasitas dan mental muballig, khususnya keikhlasan dan kebersihan niat dalam berdakwah.
  2. Memperkuat peran muballig sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran kolektif menuju Makassar Bersih dan Merdeka dari Sampah.
  3. Memperkuat sinergi muballig, pemerintah dan masyarakat serta memberikan keteladanan dalam menjaga kebersihan dan menerapkan nilai-nilai positif.
  4. Mendorong muballig dan pengurus masjid melakukan aksi nyata dengan menyediakan peralatan dan sarana kebersihan lingkungan masjid.
  5. Mendorong Pemerintah Kota Makassar melalui DLH memberikan pelatihan dan pendampingan pemilahan sampah kepada takmir dan remaja masjid.

DPP IMMIM berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi pedoman bagi seluruh Muballig IMMIM dalam memperkuat peran dakwah sekaligus berkontribusi nyata menjadikan Makassar Bersih.Kelima rekomendasi di atas saya pertahankan sesuai substansi dokumen, termasuk dorongan penyediaan sarana kebersihan oleh pengurus masjid serta pelatihan pemilahan sampah oleh DLH Kota Makassar.

  • Bagikan