MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) terus memperkuat sistem pengawasan dan pelayanan di wilayah Pelabuhan Laut Makassar melalui rapat pemantapan pelaksanaan operasional yang dipimpin langsung oleh Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus mengoptimalkan pelayanan karantina di wilayah kerja Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Makassar yang mencakup Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar dan Makassar New Port (MNP). Kedua pelabuhan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran arus logistik, perdagangan, serta distribusi berbagai komoditas di kawasan Indonesia bagian timur.
Rapat dihadiri oleh Kepala Bagian Umum, Ketua Tim Kerja Karantina Hewan, Ketua Tim Kerja Bidang Karantina Tumbuhan, Ketua Tim Kerja Bidang Penegakan Hukum, perwakilan Tim Kerja Bidang Karantina Ikan, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan, serta sejumlah pejabat fungsional terkait. Pertemuan tersebut difokuskan pada penyelarasan pelaksanaan operasional karantina, termasuk penataan lokasi pemeriksaan fisik dan penguatan mekanisme pelayanan di kawasan pelabuhan.
Selain membahas penyiapan lokasi pemeriksaan, rapat juga mengulas berbagai aspek pengawasan di wilayah pelabuhan, mulai dari pemeriksaan dokumen alat angkut, pemeriksaan manifes muatan, pengawasan kegiatan bongkar muat, hingga pemeriksaan media pembawa yang dilalulintaskan melalui jalur laut. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh komoditas yang masuk maupun keluar melalui wilayah pelabuhan telah memenuhi ketentuan karantina yang berlaku.
Sebagai bentuk kesiapan operasional, Karantina Sulawesi Selatan juga melakukan penguatan sumber daya manusia melalui penyesuaian penugasan personel berdasarkan kompetensi dan kebutuhan pelayanan. Di samping itu, sejumlah sarana dan prasarana pendukung, seperti tempat pemeriksaan dan fasilitas operasional lainnya, turut dipersiapkan guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di lapangan.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menegaskan bahwa Wilayah Pelabuhan Laut Makassar memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung arus distribusi komoditas.
“Wilayah Pelabuhan Laut Makassar memiliki peran strategis dalam arus distribusi komoditas. Oleh karena itu, Karantina Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan dan pengawasan agar aktivitas logistik dapat berjalan lancar tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian dalam tindakan karantina,” tegas Sitti Chadidjah.
la menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan di kawasan pelabuhan hanya dapat diwujudkan melalui kesiapan seluruh jajaran dalam beradaptasi terhadap berbagai penyesuaian operasional.
“Kami telah berkomitmen untuk mengoptimalkan operasional pelayanan di Tempat Layanan Pelabuhan Laut Makassar maupun di Makassar New Port. Seluruh jajaran diharapkan dapat beradaptasi dengan pola kerja yang baru sehingga pelayanan karantina tetap berjalan secara maksimal, responsif, dan berkesinambungan,” pungkasnya.
Melalui langkah tersebut, Karantina Sulawesi Selatan berharap pelaksanaan operasional di wilayah Pelabuhan Laut Makassar dapat berjalan semakin efektif, aman, dan mampu mendukung kelancaran aktivitas logistik tanpa mengurangi kualitas pengawasan karantina.








