UIN Alauddin Respons Krisis Global: Pascasarjana Sambut Mahasiswa Baru dengan Paradigma Ekoteologi dan Integrasi Nilai Islam

  • Bagikan

SAMATA-GOWA, RAKYATSULBAR.COM – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar meluncurkan arah akademis baru yang progresif dalam menyambut mahasiswa program Magister (S2) dan Doktor (S3). Upacara Orientasi Mahasiswa Baru (Maba) Tahun Akademik 2026/2027 ini mengangkat tema besar yang sangat relevan dengan tantangan dunia kontemporer: “Al-Qur’an, Ekoteologi, dan Masa Depan Peradaban: Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam , Ekonomi, Hukum, dan Kesehatan.” Rabu(2/9/2026).

Acara yang berlangsung di Ruang Promosi Doktor Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Alauddin, Samata-Gowa, ini dihadiri oleh ratusan cendekiawan muda dari berbagai latar belakang profesi dan disiplin ilmu. Kegiatan ini didesain sebagai respons konkret dunia akademik terhadap ancaman perubahan iklim, penurunan moralitas peradaban, dan disrupsi multidimensi global.

Menjadikan Al-Qur’an dan Alam sebagai Fondasi Peradaban

Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag, dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa orientasi ini bukan sekadar seremoni pengenalan kampus. Acara ini menjadi manifesto ilmiah untuk melahirkan riset-riset yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kita berada di masa di mana kerusakan lingkungan hidup dan krisis kemanusiaan tidak lagi bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan teknologi murni. Melalui tema ini, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar ingin menegaskan kembali peran manusia sebagai khalifah fi al-ardh—pemimpin yang memelihara, bukan mengeksploitasi. Al-Qur’an menyediakan landasan ekoteologi, yakni kesadaran spiritual untuk merawat bumi demi keberlanjutan masa depan peradaban,” ujar Prof. Abustani di hadapan para mahasiswa baru.

Arah Mutu Akademik dan Digitalisasi Kampus

Memasuki sesi materi inti, orientasi ini menghadirkan dua pakar utama UIN Alauddin Makassar untuk membekali mahasiswa baru dalam menempuh badai akademik di level pascasarjana.

Narasumber pertama, H. M. Nur Akbar Rasyid, M.Pd., M.Ed., Ph.D. selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Alauddin Makassar, memaparkan materi krusial mengenai standardisasi mutu akademik dan riset. Beliau menekankan pentingnya mahasiswa pascasarjana untuk menghasilkan karya ilmiah bereputasi tinggi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam di empat pilar utama: Pendidikan, Ekonomi, Hukum, dan Kesehatan. Integrasi ini diharapkan menjadi pembeda utama sekaligus keunggulan kompetitif lulusan UIN Alauddin di kancah internasional.

Selanjutnya, narasumber kedua, Asep Indra Syahyadi, S.Kom., M.Kom selaku Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (Pustipad) UIN Alauddin Makassar, memberikan panduan komprehensif mengenai digitalisasi ekosistem kampus. Beliau memaparkan optimalisasi sistem informasi akademik berbasis teknologi terkini untuk mendukung riset-riset mandiri mahasiswa, akses jurnal global, serta efisiensi administrasi akademik yang serba digital.

Komitmen Masa Depan Peradaban

Kegiatan orientasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi panel yang dinamis. Mahasiswa baru yang terdiri dari kalangan dosen, praktisi hukum, pelaku ekonomi, hingga tenaga medis terlihat sangat antusias mendalami klaster riset integratif yang ditawarkan oleh kampus.Melalui orientasi ini, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar berkomitmen penuh mengawal para mahasiswa magister dan doktor agar tidak hanya melahirkan tesis dan disertasi yang menumpuk di perpustakaan, melainkan karya ilmiah solutif yang mampu menjawab krisis peradaban dari hulu hingga ke hilir.Aprispps

  • Bagikan