MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM — Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Sulawesi Selatan, HM Yasin Azis, bersama sejumlah pengurus ISMI Sulsel menggelar ngopi pagi di Warkop Dg Anas, Jalan Faisal, Makassar, Jumat pagi, 4 September.
Pertemuan santai ini jadi ajang silaturahmi sekaligus ngobrol soal kondisi ekonomi masyarakat, terutama berbagai masalah yang sedang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hadir juga Ketua KKDB Kabupaten Barru, H. Tahir Burhanuddin, bersama penasihat H. Herman, serta sejumlah pengurus dan saudagar.
Di sela-sela ngopi, HM Yasin Azis dan para pengurus membaca Harian Rakyat Sulsel. Mereka mencermati headline halaman 1 yang membahas pemadaman listrik bergilir dengan judul “Listrik Padam, Usaha Tumbang”.
Berita tersebut kemudian jadi bahan obrolan karena membahas dampak pemadaman listrik bergilir terhadap aktivitas usaha dan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Menurut HM Yasin Azis, masalah pasokan listrik perlu mendapat perhatian serius karena banyak UMKM bergantung pada kelancaran produksi dan pelayanan. Pemadaman yang terjadi berulang kali bukan cuma bisa mengurangi omzet, tetapi juga menimbulkan kerugian karena operasional usaha ikut terganggu.
Sejumlah pelaku UMKM juga mengeluhkan peralatan elektronik yang mengalami gangguan atau kerusakan, yang diduga berkaitan dengan pemadaman dan perubahan pasokan listrik.
“UMKM adalah salah satu kekuatan utama ekonomi masyarakat. Kalau aktivitas mereka terganggu karena listrik padam, dampaknya tentu langsung terasa, mulai dari produksi, pelayanan ke konsumen sampai pendapatan usaha,” ujar HM Yasin Azis dalam perbincangan tersebut.
Ia mengatakan, persoalan ini sejalan dengan perhatian ISMI terhadap penguatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. ISMI, kata dia, ingin terus mendorong terciptanya lingkungan usaha yang sehat dan mendukung pertumbuhan saudagar serta pelaku UMKM.
Karena itu, HM Yasin Azis berharap masalah pemadaman listrik bergilir bisa segera ditangani agar dampaknya tidak semakin luas bagi masyarakat.
“Salah satu program ISMI adalah terus memberdayakan ekonomi masyarakat, terutama UMKM. Mereka harus mendapat dukungan supaya bisa tumbuh dan naik kelas. Infrastruktur dasar seperti listrik tentu sangat penting untuk menjaga usaha tetap berjalan,” katanya.
Sementara itu, Ketua KKDB Kabupaten Barru H. Tahir Burhanuddin mengapresiasi pertemuan santai seperti ngopi pagi tersebut. Menurutnya, silaturahmi antarpengusaha dan organisasi kemasyarakatan bisa menjadi ruang untuk bertukar gagasan sekaligus membahas masalah ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pertemuan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi saudagar, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait untuk menjaga keberlangsungan UMKM di Sulawesi Selatan.
Bagi ISMI Sulsel, pemberdayaan UMKM bukan hanya soal mendorong munculnya usaha baru. Yang tak kalah penting adalah memastikan pelaku usaha mendapat lingkungan dan dukungan yang cukup agar bisa bertahan, berkembang, dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Ngopi pagi itu pun berlanjut dengan obrolan santai soal peluang pengembangan usaha dan penguatan jaringan saudagar muslim di Sulawesi Selatan.








