PAREPARE, RAKYATSULBAR.COM— Personel Polsek Bacukiki melakukan pengamanan dan monitoring di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukumnya, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026).
Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya antrean panjang kendaraan sekaligus memastikan aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) berlangsung tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
Kegiatan monitoring tersebut berlangsung sekitar pukul 14.10 Wita dengan menyasar tiga SPBU yang berada di wilayah hukum Polsek Bacukiki, yakni SPBU 74.911.59 Lumpue, SPBU 74.911.01 Patung Pemuda, dan SPBU 74.911.72 Lemoe.
Dari hasil pemantauan, dua SPBU masih melayani pengisian BBM, yakni SPBU Patung Pemuda dan SPBU Lemoe. Sementara SPBU Lumpue dilaporkan dalam kondisi kosong.
Di SPBU 74.911.01 Patung Pemuda, stok BBM yang tercatat saat dilakukan pemantauan terdiri atas Pertalite sebanyak 9.903 liter, Pertamax 8.890 liter, Dexlite 1.767 liter, dan Solar 8.235 liter.
Sementara itu, SPBU 74.911.72 Lemoe memiliki stok Pertalite sebanyak 2.000 liter, Pertamax 3.000 liter, dan Dexlite 3.400 liter. Untuk BBM jenis Solar, pasokan baru dijadwalkan masuk pada Jumat (11/9/2026).
Meski terdapat antrean kendaraan pada layanan Pertalite di SPBU Patung Pemuda, situasi secara umum masih terkendali. Antrean belum menimbulkan gangguan berarti terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Berbeda dengan SPBU Patung Pemuda, kondisi di SPBU Lemoe terpantau normal tanpa antrean kendaraan yang berarti.
Polisi Atur Antrean agar Tak Meluber ke Jalan
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Bacukiki tidak hanya melakukan pemantauan stok dan situasi SPBU. Polisi juga melakukan pengaturan kendaraan untuk mencegah antrean meluber hingga menggunakan badan jalan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi kemacetan yang dapat terjadi apabila kendaraan mengantre tanpa pengaturan.
Petugas juga mengingatkan pengendara agar tidak memarkir kendaraan secara sembarangan di sekitar SPBU. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas dan tetap tertib selama menunggu giliran pengisian BBM.
Selain itu, polisi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga ketertiban pelayanan dan memberikan kesempatan kepada pengguna kendaraan lainnya memperoleh BBM sesuai kebutuhan.
Kapolsek Bacukiki AKP Bustan Tarika mengatakan pengamanan dan monitoring dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan meningkatnya antrean kendaraan di SPBU.
“Personel melakukan pemantauan dan pengaturan agar antrean kendaraan tetap tertib serta tidak menggunakan badan jalan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.”
Menurutnya, situasi di tiga SPBU yang berada di wilayah hukum Polsek Bacukiki masih dalam kondisi terkendali. Petugas di lapangan tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perubahan situasi.
Libatkan Personel Polsek dan Polsubsektor
Pengamanan dan monitoring melibatkan sejumlah personel kepolisian. Di antaranya K’SPK 1 Polsek Bacukiki Aiptu Ismail Hasyim, Bhabinkamtibmas Cappa Galung Aipda Kasril, personel piket fungsi Polsek Bacukiki, serta personel Piket Polsubsektor Bacukiki Barat, Aiptu Daris dan Aiptu Herman.
Kehadiran personel di lokasi diharapkan dapat menjaga ketertiban masyarakat sekaligus memastikan antrean kendaraan tetap berada dalam jalur yang telah diatur.
Polisi juga terus mengingatkan pengendara untuk bersabar selama proses pengisian BBM berlangsung. Pengaturan antrean dinilai penting agar aktivitas di SPBU tidak berkembang menjadi persoalan lalu lintas di ruas jalan sekitar.
Berdasarkan hasil monitoring hingga Kamis sore, antrean Pertalite di SPBU Patung Pemuda masih berada dalam kondisi normal. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga dilaporkan tetap lancar.
Sementara SPBU Lemoe terpantau tidak mengalami antrean dan aktivitas pengisian BBM berjalan normal.
Polsek Bacukiki memastikan pemantauan terhadap SPBU di wilayah hukumnya terus dilakukan sebagai langkah preventif. Kepolisian mengedepankan pengaturan dan imbauan kepada masyarakat agar aktivitas pengisian BBM tetap berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat pengguna kendaraan di wilayah Bacukiki diimbau tetap mengikuti aturan antrean, tidak memarkir kendaraan sembarangan, serta membeli BBM sesuai kebutuhan.








