SIDRAP, RAKYATSULBAR.COM- Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali melakukan peninjauan lapangan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa, kali ini menyasar wilayah Kabupaten Sidenreng
Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Dalam peninjauan tersebut, berbagai program kerja mahasiswa disorot, mulai dari pencegahan perundungan (anti-bullying) di tingkat sekolah dasar hingga dorongan penguatan literasi digital bagi generasi muda di daerah.
Program Unggulan Inisiatif Anti-Bullying
Koordinator KKN UNM Kabupaten Sidrap, Muh Alfarosa, melaporkan bahwa mahasiswa KKN di lokasi tersebut menjalankan tujuh program kerja unggulan. Salah satu program yang dampaknya sangat dirasakan oleh pihak sekolah adalah edukasi anti-bullying di tingkat Sekolah Dasar (SD).
Selain itu, mahasiswa juga sukses menggelar turnamen sepak bola mini tingkat kecamatan berkat kolaborasi rapat bersama remaja lokal, pihak pemerintah kecamatan, serta dukungan sponsor.
Rektor UNM: Cegah Hoaks dan Bullying sejak Dini
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patitingi, S.H., M.Hum., mengapresiasi keberadaan program pencegahan perundungan tersebut. Menurutnya, edukasi anti-bullying sangat konstruktif untuk membentengi generasi muda di tengah arus deras era globalisasi dan dunia digital.
“Kekuatan pengguna media sosial untuk hal positif saat ini berimbang dengan kelompok yang memanfaatkannya demi kepentingan pribadi dan sesaat. Tantangan besar kita adalah kecenderungan hadirnya berita bohong (hoaks) yang jika terus- menerus diproduksi seolah-olah akan menjadi kebenaran di tengah masyarakat,” kata Prof. Farida.
la berharap para peserta KKN terus membangun interaksi sosial yang solid dengan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan yang menjadi salah satu core utama keunggulan UNM.
Selain itu, Prof. Farida mendorong mahasiswa menyambut baik peluang pengembangan SDM dari Pemkab Sidrap, termasuk program pendidikan dokter, mengingat UNM kini telah memiliki Fakultas Kedokteran di Parepare.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran yang telah menyambut baik anak-anak KKN UNM. Kami memohon maaf apabila terdapat kekeliruan dari para mahasiswa selama berada di lokasi,” tuturnya.
Pemkab Sidrap: Dorong Intensifikasi Pertanian dan Literasi Digital
Pemerintah Kabupaten Sidrap yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Iqbal, S.Sos., M.AP., menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif, S.I.P., M.M., Ph.D., ritme kerja pemerintah daerah sangat cepat dan berorientasi pada hasil.
“Pejabat di Sidrap bekerja ibarat ’48 jam per hari’. Dengan bantuan teknologi informasi, kami dapat menyelesaikan dua pekerjaan dalam satu waktu. Hasilnya, perekonomian berkembang pesat dan UMKM tumbuh subur,” ujar Iqbal.
Iqbal menerangkan bahwa predikat Sidrap sebagai lumbung padi nasional bukan berasal dari luas lahan yang terbesar, melainkan dari keberhasilan intensifikasi serta modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) tercanggih di Kawasan Timur Indonesia.
Hadirnya mahasiswa KKN dipandang Bupati Sidrap sebagai salah satu penggerak roda ekonomi masyarakat lokal dan pelaku UMKM.
Terkait program anti-bullying, Pemkab Sidrap memberikan apresiasi tinggi dan berpesan agar mahasiswa KKN terus mengembangkan literasi berbasis IT.
“Kami sangat mengapresiasi program anti-bullying di sekolah, sebab tindakan perundungan berpotensi menjadi dosa jariah. Mohon kembangkan literasi berbasis IT agar anak-anak kita meningkat kemampuan teknologi dan pemanfaatannya untuk pendidikan,” jelas Iqbal.
Sebagai penutup, Iqbal memberikan saran praktis bagi mahasiswa KKN untuk mendekatkan diri dengan warga sekitar.
“Mulailah membangun komunikasi sejak pagi hari. Salah satu cara sederhananya adalah rutin berbelanja ke warung-warung di sekitar posko. Dari sanalah komunikasi yang baik dengan masyarakat akan terbangun sejak awal,” pungkasnya








