Sepekan Operasi Patuh Pallawa 2026, Korban Lakalantas Turun 1,44%

  • Bagikan


‎
MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM — Pelaksanaan Operasi Patuh Pallawa 2026 selama tujuh hari, terhitung sejak 26 Oktober hingga 1 November 2026, mencatat 144 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan.
‎
‎ Pada operasi yang digelar serentak di Sulsel, lima orang dinyatakan meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan 186 orang lainnya mengalami luka ringan. Sedang pada Operasi Patuh Pallawa Tahun 2025 terdapat 8 orang meninggal dunia. Artinya korban meninggal alami penurunan 1,44%.
‎
‎ Data Ditlantas Polda Sulsel tersebut akan terus dievaluasi efektivitas operasi serta meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan di jalan raya.
‎
‎Meskipun masih terdapat korban jiwa dan luka-luka, Kaur Bin Ops Ditlantas Polda Sulsel, Kompol Gani, SH, MH mengakui, jajaran terus berupaya menekan angka fatalitas melalui pengaturan, pengawalan, patroli, edukasi, dan penegakan hukum yang berkesinambungan.
‎
‎Berdasarkan tren penindakan harian sepanjang tahun 2026, jumlah penindakan tertinggi tercatat pada 27 Oktober sebanyak 1.663 tindakan. Posisi kedua dicatat pada 26 Oktober sebanyak 1.492 tindakan, disusul 29 Oktober sebanyak 1.373 tindakan.
‎
‎Sementara itu, jumlah penindakan terendah terjadi pada 30 Oktober sebanyak 982 tindakan.
‎
‎Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE menjadi komponen utama dalam peningkatan penindakan pelanggaran lalu lintas selama tujuh hari pelaksanaan Operasi Patuh Pallawa 2026.
‎
‎Penerapan ETLE memungkinkan penindakan dilakukan secara lebih objektif, transparan, luas, dan berkelanjutan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
‎
‎Sementara, Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol. Dr. Pria Budi, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa Operasi Patuh Pallawa 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi, pencegahan, dan pembinaan kepada masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara secara tertib dan aman.
‎
‎”Ditlantas Polda Sulsel berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas, dan masyarakat guna menekan angka kecelakaan lalu lintas,” ucap Dirlantas Polda Sulsel, Senin (2/11).
‎
‎Sasaran utama operasi lanjut Pria Budi, meliputi pelanggaran berisiko tinggi seperti tidak menggunakan helm standar, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus, melebihi batas kecepatan, serta berkendara di bawah pengaruh alkohol.
‎
‎Ditekankan, kepatuhan bersama terhadap aturan lalu lintas diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sulawesi Selatan.

  • Bagikan