Pimpin Apel Pagi, Kepala Karantina Sulsel Tekankan Disiplin dan Integritas Pegawai

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap kemajuan organisasi, bukan justru menjadi bagian dari persoalan yang menghambat pelaksanaan tugas dan pelayanan. Pesan tersebut ditegaskan Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, saat memimpin apel pagi di halaman kantor, Senin (26/10/2026).

Dalam arahannya, Sitti Cahadidjah mengingatkan bahwa tantangan dan dinamika kerja di lingkungan Badan Karantina Indonesia membutuhkan pegawai yang tidak hanya memahami tugas dan tanggung jawabnya, tetapi juga memiliki kedisiplinan, integritas, serta kemauan untuk terus memberikan kontribusi positif.

“Jangan menjadi bagian dari masalah, tetapi jadilah bagian dari solusi. Setiap pegawai harus mampu memberikan kontribusi positif, bekerja sesuai aturan, dan ikut menjaga nama baik organisasi. Karena apa yang kita lakukan akan mencerminkan kualitas Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Apel yang diikuti oleh seluruh pegawai, serta mahasiswa magang tersebut diawali dengan suasana duka. Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan mengajak peserta apel untuk mendoakan almarhum Sari Banong dan Ahmad Nadif melalui pembacaan Al-Fatihah. Ia juga menyampaikan belasungkawa serta penghargaan atas dedikasi dan kontribusi keduanya bagi Badan Karantina Indonesia.

Selanjutnya, Sitti Chadidjah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai dan mahasiswa magang atas kerja keras serta kontribusi mereka dalam mendukung pelaksanaan tugas dan capaian kinerja Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari sikap dan tanggung jawab setiap pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kedisiplinan, terutama kepatuhan terhadap ketentuan kehadiran dan tertib administrasi presensi, menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian.

“Sebagai instansi vertikal, kita harus menjunjung tinggi profesionalisme dan kepatuhan terhadap aturan. Bagi pegawai yang baru bergabung, saya berharap dapat segera menyesuaikan diri, memahami dinamika kerja, serta memberikan kontribusi terbaik bagi

organisasi,” ujarnya. Sitti juga menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas karantina. Seluruh pegawai diingatkan untuk bekerja sesuai prosedur dan menjaga profesionalisme. Menurutnya, tugas karantina bukan sekadar melakukan pemeriksaan terhadap hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya. Di balik setiap tindakan karantina, terdapat tanggung jawab besar untuk melindungi sumber daya hayati, mencegah penyebaran hama dan penyakit, sekaligus memberikan pelayanan yang transparan dan akuntabel kepada masyarakat. Selain penguatan disiplin dan integritas, Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan turut menyoroti percepatan pelaksanaan program kerja menjelang akhir tahun. Berdasarkan hasil evaluasi, realisasi anggaran Karantina Sulawesi
Selatan masih berada pada angka 67 persen.

la meminta seluruh ketua tim kerja segera mengevaluasi kegiatan yang belum terlaksana dan mempercepat penyelesaian program, termasuk kegiatan pemantauan, monitoring, serta tindakan karantina lainnya. Realisasi anggaran ditargetkan meningkat hingga sedikitnya 73 persen pada pekan berikutnya.

Namun, Sitti mengingatkan bahwa percepatan tersebut harus tetap mengedepankan akuntabilitas, ketertiban administrasi, dan kualitas pelaksanaan kegiatan agar setiap anggaran yang digunakan memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat.

  • Bagikan