Karantina Sulsel Kenalkan Standar Pengujian Laboratorium kepada Taruna Poltek KP Bone

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Memahami teori di ruang kelas saja belum cukup untuk menyiapkan tenaga profesional di bidang perikanan. Pengalaman langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam mengasah keterampilan dan mengenal standar kerja yang diterapkan di dunia profesional. Hal inilah yang mendorong taruna, taruni beserta dosen pembimbing Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone mengunjungi Laboratorium Pengujian Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan.

Kunjungan akademik dari Program Studi Teknik Budidaya Perikanan tersebut merupakan bagian dari kegiatan praktikum mata kuliah Mikrobiologi Perairan. Melalui kegiatan ini, para taruna dan taruni berkesempatan melihat lebih dekat lingkungan laboratorium karantina sekaligus mengenal penerapan metode pengujian yang terstandar.

Rombongan disambut langsung oleh Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah. Dalam sambutannya, Sitti Chadidjah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Poltek KP Bone yang menjadikan laboratorium Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan sebagai salah satu tempat pembelajaran bagi para taruna dan taruni.

la juga berbagi pengalaman mengenai dinamika dan tantangan pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, bidang perikanan menawarkan peluang karier yang luas, tidak hanya terbatas pada kegiatan penangkapan dan budidaya, tetapi juga mencakup pengolahan hasil perikanan, pengujian laboratorium, pengawasan kesehatan ikan, hingga perdagangan internasional.

“Selamat datang kepada adik-adik taruna dan taruni Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru, sekaligus memperlihatkan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki banyak peluang untuk dikembangkan melalui berbagai bidang keahlian,”
ujarnya.

Lebih lanjut, Sitti Chadidjah menjelaskan bahwa laboratorium memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas perkarantinaan. Melalui pengujian yang dilakukan sesuai metode dan prosedur, laboratorium membantu menyediakan informasi teknis yang diperlukan dalam pengawasan kesehatan ikan dan pengambilan keputusan tindakan karantina.

Keberadaan laboratorium juga mendukung pemenuhan persyaratan teknis komoditas perikanan yang akan dilalulintaskan, termasuk untuk kepentingan perdagangan internasional. Sementara itu, dosen pendamping Poltek KP Bone Anwar, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan melalui pembelajaran berbasis praktik

Menurutnya, pendidikan vokasi di Poltek KP Bone menekankan komposisi pembelajaran sebesar 80 persen praktik dan 20 persen teori. Karena itu, pengalaman belajar langsung di fasilitas pengujian yang menerapkan standar profesional menjadi kebutuhan penting bagi para taruna.

“Langkah ini kami lakukan untuk meningkatkan kualitas lulusan. Kami dituntut mencapai target pembelajaran dengan komposisi 80 persen praktik dan 20 persen teori. Kami mengetahui bahwa Laboratorium BBKHIT Sulawesi Selatan telah terakreditasi. Karena itu, kami membawa para taruna untuk melihat secara langsung metode pengujian yang telah terstandar,” ungkap Anwar.

Melalui kunjungan ini, para taruna dan taruni memperoleh gambaran mengenai pentingnya ketelitian, penerapan prosedur, serta kompetensi teknis dalam kegiatan pengujian laboratorium. Pengalaman tersebut diharapkan dapat melengkapi pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dan menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.

  • Bagikan