MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Pembukaan Dies Natalis ke-65 Universitas Negeri Makassar (UNM) berlangsung semarak sekaligus sarat makna. Ribuan sivitas akademika yang berasal dari berbagai unit di UNM memadati arena pembukaan dengan menampilkan parade (defile) yang tidak sekadar menjadi atraksi seremonial, melainkan cerminan identitas UNM sebagai perguruan tinggi yang tangguh, unggul, berintegritas, serta berorientasi pada kebermanfaatan bagi bangsa.
Momentum pembukaan Dies Natalis tahun 2026 ini juga terasa istimewa dengan hadirnya salah seorang Rektor UNM pada masanya, Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd. Kehadiran beliau menjadi simbol kesinambungan perjalanan panjang UNM dalam membangun tradisi akademik dan melahirkan pemimpin bangsa.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM Prof.Dr.Farida Patitingi,SH.,M.Hum. menyampaikan bahwa semangat yang ditunjukkan seluruh delegasi fakultas, pascasarjana, lembaga, dan unit kerja menggambarkan karakter sejati UNM.
“Defile hari ini memperlihatkan bahwa UNM memiliki satu semangat yang sama, yaitu menjadi perguruan tinggi yang tangguh, unggul, berintegritas, dan memberi dampak bagi negeri. Saya melihat semangat juang yang tinggi, budaya kolaborasi yang kuat, serta integritas yang terus dijaga oleh seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Menurutnya, selama hampir tujuh bulan menjalankan amanah sebagai Plt. Rektor, ia menyaksikan secara langsung energi positif sivitas akademika yang terus berkarya, berinovasi, dan mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Semangat hari ini benar-benar mempertontonkan wajah kebersamaan UNM menuju perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi negeri dengan semangat Tetap Jaya dalam Tantangan,” katanya.
Prof.Farida bahkan menyebut seluruh peserta defile sebagai pemenang karena telah memperlihatkan karakter yang menjadi kekuatan utama UNM.
“Bagi saya, semua defile hari ini adalah pemenang. Mereka telah menunjukkan karakter tangguh, inovatif, dan siap memberi dampak bagi negeri.”
Dalam kesempatan itu, Plt. Rektor juga mengutip pesan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengenai pentingnya ketangguhan sebagai karakter utama sivitas akademika.
“Saya meyakini bahwa ketangguhan itu kini telah menjadi jati diri UNM. Selama beberapa bulan terakhir hingga hari ini saya menyaksikan sendiri bagaimana karakter tersebut tumbuh semakin kuat di lingkungan kampus ini.”
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan perguruan tinggi bukan semata-mata jumlah laporan penelitian, simulasi, maupun pameran inovasi.
“Karya akademik harus melampaui ruang laboratorium. Hasil penelitian dan inovasi tidak boleh berhenti pada laporan, simulasi, atau sekadar dipamerkan. Semua yang dimiliki UNM harus menjadi milik masyarakat sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi bangsa.”
Memasuki tahun 2026 yang menjadi periode suksesi kepemimpinan UNM, Plt. Rektor mengajak seluruh warga kampus menjaga proses demokrasi akademik secara bermartabat.
“Kalau dalam bahasa partai politik disebut tahun politik, maka bagi UNM tahun ini adalah tahun suksesi. Proses ini harus kita kawal bersama agar berlangsung secara clear and clean, proporsional, sesuai regulasi, tanpa cacat aturan di lingkungan UNM maupun dalam perspektif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.”
Untuk menggambarkan pentingnya proses tersebut, ia menggunakan analogi kuliner tradisional yang akrab di tengah masyarakat, yakni onde-onde.
“Pada awalnya bahan-bahan onde-onde pisah terpisah. Setelah diproses sesuai tahapan, ia menjadi bulat. Ketika direbus, mula-mula tenggelam di dasar wajan. Namun setelah melalui proses yang benar, ia perlahan muncul ke permukaan, matang, dan akhirnya siap dinikmati.”
Menurutnya, proses kepemimpinan di UNM harus mengikuti filosofi yang sama.
“Pemimpin UNM ke depan harus lahir dari proses yang benar, sesuai prosedur, bukan karena rekayasa. Dari proses yang baik itulah akan lahir pemimpin yang mampu membawa UNM semakin terdepan.”
Ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari seluruh proses pendidikan di UNM adalah melahirkan alumni yang mampu menjadi pemimpin di mana pun mereka berkarya dan mengabdi.
Mengakhiri sambutannya, Plt. Rektor mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan Dies Natalis ke-65 sebagai momentum memperkuat sportivitas, persatuan, dan budaya unggul.
“Selamat berjuang menjadi yang terdepan dengan menjunjung tinggi sportivitas sebagai karakter perjuangan kita bersama.”
Pembukaan Dies Natalis ke-65 UNM pun menjadi penanda bahwa perjalanan panjang universitas ini tidak hanya ditopang oleh tradisi akademik yang kuat, tetapi juga oleh tekad untuk terus menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat Tetap Jaya dalam Tantangan, UNM meneguhkan langkah menuju perguruan tinggi yang semakin unggul, inovatif, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. (*)








