MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Pengukuhan sebelas Guru Besar yang dilaksanakan selama dua hari berturut‑turut dalam rangka Dies Natalis ke‑65 Universitas Negeri Makassar merupakan momentum bersejarah. Hal ini menegaskan komitmen UNM untuk terus memperkuat tradisi akademik serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global. Panduan& Petunjuk Perjalanan
Enam Guru Besar dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan lima Guru Besar dari Fakultas Bahasa dan Sastra mencerminkan kekuatan UNM yang terus berkembang, baik dalam bidang kependidikan maupun humaniora. Kehadiran para profesor baru menjadi modal intelektual yang sangat penting, terlebih di tengah proses suksesi kepemimpinan universitas.
Bagi Majelis Profesor, pengukuhan ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan amanah untuk terus melahirkan inovasi, penelitian berdampak, publikasi bereputasi internasional, serta membimbing lahirnya generasi ilmuwan yang unggul dan berintegritas.
Momentum ini hendaknya menjadi inspirasi bagi seluruh dosen UNM untuk terus berkarya, memperkuat kolaborasi, dan mempercepat transformasi UNM menuju Universitas Peneliti (Research University) yang unggul, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Selamat kepada seluruh Guru Besar yang dikukuhkan. Semoga ilmu yang diamanahkan menjadi cahaya bagi kemajuan bangsa dan peradaban.
“Setiap Guru Besar yang lahir bukan sekadar menambah jumlah profesor, tetapi menambah kekuatan intelektual universitas untuk membangun masa depan Indonesia melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan keteladanan.”
Prof. Dr. Ir. Drs. Jasruddin Daud, M.Si.
Ketua Majelis Profesor
Universitas Negeri Makassar.








