MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare memperkuat sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Penandatanganan berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Minggu (26/7/2026), dan dirangkaikan dengan pemaparan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) kepada jajaran Pemerintah Kota Parepare.
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Parepare.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan bahwa UMI terus menghadirkan berbagai inovasi pendidikan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan daerah asalnya.
Menurutnya, melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja maupun kompetensi tertentu dapat memperoleh pengakuan akademik sehingga proses penyelesaian studi menjadi lebih efektif.
Selain RPL, UMI juga membuka peluang pengembangan kelas melalui skema Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Model perkuliahan tersebut dapat diselenggarakan secara daring maupun hybrid sehingga peserta didik tetap dapat berkuliah dari Parepare tanpa harus menetap di Makassar.
“Peserta tidak harus meninggalkan Parepare. Kita dapat membentuk kelas khusus dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, baik melalui Zoom maupun hybrid, di mana mahasiswa sesekali datang ke Makassar atau dosen UMI yang hadir memberikan perkuliahan di Parepare,” ujar Prof. Hambali.
Ia juga memperkenalkan berbagai inovasi hasil riset UMI yang siap dikolaborasikan dengan berbagai pihak, termasuk inovasi dari alumni yang telah diperkenalkan pada Milad ke 72 UMI sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan teknologi nasional.
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, Prof. Hambali menegaskan bahwa UMI memiliki kekuatan sumber daya akademik yang besar dengan 117 guru besar dari berbagai disiplin ilmu. Potensi tersebut siap dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah melalui kerja sama yang saling menguatkan.
“Dengan jumlah guru besar yang dimiliki UMI, kami siap berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Parepare dalam membangun sumber daya manusia yang lebih profesional, kompeten, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., menegaskan bahwa kerja sama merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan.
Menurutnya, kemajuan tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, melainkan harus diwujudkan melalui kolaborasi yang dilandasi semangat saling membantu dalam kebaikan sebagaimana diajarkan dalam nilai-nilai Islam.
“Kami berharap kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik bagi Universitas Muslim Indonesia maupun Pemerintah Kota Parepare. UMI akan terus menghadirkan berbagai inovasi dan solusi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, S.E., M.H., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai hubungan antara Pemerintah Kota Parepare dan UMI telah terbangun dengan baik selama ini dan perlu terus diperkuat melalui berbagai program nyata.
Menurutnya, pengalaman panjang UMI dalam pengembangan pendidikan tinggi menjadi modal penting untuk mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Saya berharap dengan kerja sama yang baru ini semakin banyak kontribusi UMI untuk Kota Parepare. UMI adalah perguruan tinggi besar yang aktif mengembangkan SDM di berbagai daerah. Pembangunan bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi yang jauh lebih penting adalah pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Tasming juga menilai Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dinilai memberikan peluang bagi aparatur pemerintah maupun masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I UMI Prof. Dr. Ir. Dirgahayu A. Lantara, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. memaparkan secara komprehensif mekanisme Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), termasuk peluang percepatan studi bagi peserta yang memiliki pengalaman profesional maupun kompetensi yang relevan.
Kegiatan turut diisi dengan pemaparan mengenai PT Marlip oleh Ir. Masrah Marang, M.M., sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.








