Satriya Madjid, Jejak Pemimpin Konstruksi dari Ruang Perencanaan hingga Panggung Publik

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM — Nama Ir. H. Satriya Madjid, ST., MSP. cukup dikenal dalam dunia konstruksi dan perencanaan wilayah, khususnya di Sulawesi Selatan. Kiprahnya tidak hanya berada di balik meja perencanaan dan proyek pembangunan, tetapi juga berkembang ke ruang organisasi profesi, forum akademik, hingga panggung publik.

Lahir di Wajo, 28 Agustus 1977, Satriya Madjid meniti perjalanan profesional dengan memadukan keahlian teknis, kemampuan perencanaan strategis, serta pengalaman kepemimpinan organisasi.

Karier tersebut menjadikannya tidak hanya dikenal sebagai praktisi konstruksi, tetapi juga sebagai salah satu figur yang aktif membangun ekosistem jasa konsultansi dan mendorong penguatan tata kelola pembangunan.

Fondasi keilmuannya dibangun melalui pendidikan di bidang perencanaan wilayah dan kota. Satriya menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Planologi di Universitas “45” Makassar pada 2001. Ia kemudian melanjutkan Magister Perencanaan Wilayah dan Kota di perguruan tinggi yang sama dan menyelesaikannya pada 2009.

Untuk memperkuat kompetensi profesionalnya, ia mengikuti Pendidikan Profesi Insinyur di Universitas Muslim Indonesia pada 2020. Saat ini, Satriya juga tengah menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Hasanuddin dengan fokus keilmuan yang berkaitan dengan Teknik Sipil.

Latar belakang akademik tersebut membentuk perspektifnya dalam melihat pembangunan secara lebih menyeluruh. Baginya, pembangunan bukan semata urusan konstruksi fisik, tetapi juga menyangkut tata ruang, keberlanjutan, keterhubungan antarsektor, serta kepentingan masyarakat.

Perjalanan profesional Satriya dimulai dari dunia perencanaan dan konstruksi. Pengalaman lapangan membawanya memahami secara langsung hubungan antara kebijakan tata ruang, perencanaan pembangunan dan implementasi proyek.

Sejumlah pekerjaan strategis pernah menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya. Di antaranya perencanaan Dermaga Polair yang membutuhkan ketelitian teknis sekaligus pemahaman terhadap kebutuhan operasional.

Satriya juga terlibat dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan, yang memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan wilayah dalam jangka panjang.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat kapasitasnya dalam menghubungkan perencanaan makro dengan kebutuhan pembangunan konkret di lapangan.

Kiprahnya juga tercatat dalam proyek revitalisasi Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar. Proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek konstruksi, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, budaya dan religius.

Dalam berbagai aktivitas profesionalnya, Satriya dikenal mengedepankan pendekatan kolaboratif. Ia berinteraksi dan bekerja bersama berbagai kalangan, mulai dari praktisi konstruksi, akademisi, pengusaha hingga tokoh nasional.

Sejumlah tokoh yang disebut pernah menjadi mitra kerja maupun berada dalam jejaring kolaborasinya antara lain Dr. (H.C.) H.M. Jusuf Kalla, Prof. Hamid Awaluddin, Ir. Bachder Johan, Prof. Batara Surya, serta Andi Iwan Darmawan Aras, SE., M.Si.

Jejaring tersebut turut memperluas perspektif Satriya dalam melihat pembangunan sebagai sektor yang membutuhkan sinergi lintas disiplin dan lintas kepentingan.

Dalam perjalanan kariernya, Satriya juga berhadapan dengan berbagai tantangan sektor konstruksi. Perubahan regulasi, tuntutan tata kelola, transparansi, akuntabilitas serta keterbatasan sumber daya menjadi persoalan yang harus diselesaikan secara simultan.

Berbekal pengalaman dan keilmuan yang dimiliki, ia mengembangkan pendekatan yang adaptif, solutif dan berbasis kolaborasi.

Kemampuannya menjembatani kepentingan pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi kompleksitas pembangunan.

Dalam kapasitas kepemimpinannya di organisasi, Satriya turut mendorong lahirnya kebijakan yang memperkuat tata kelola sektor konstruksi di daerah, termasuk Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Pedoman Pelaksanaan Jasa Konstruksi.

Perhatian Satriya terhadap pengembangan sektor konstruksi juga diwujudkan melalui keterlibatannya sebagai narasumber dalam berbagai seminar, forum diskusi, pelatihan, kuliah umum hingga forum berskala nasional.

Berbagai topik yang kerap dibawakannya antara lain pengembangan jasa konstruksi, tata kelola proyek, pencegahan korupsi pada sektor infrastruktur serta berbagai isu strategis pembangunan wilayah.

Keterlibatannya sebagai keynote speaker, pemateri maupun peserta dalam forum nasional dan internasional menjadi ruang bagi Satriya untuk berbagi pengalaman sekaligus mentransfer pengetahuan kepada generasi muda dan para pelaku industri konstruksi.

Dua Periode Pimpin INKINDO Sulsel

Jejak kepemimpinan Satriya semakin terlihat melalui kiprahnya dalam organisasi profesi.

Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Sulawesi Selatan selama dua periode, yakni 2018–2022 dan 2022–2026.

Dalam posisi tersebut, Satriya berupaya memperkuat profesionalisme anggota, meningkatkan peran organisasi dalam advokasi industri, serta mendorong penerapan standar kompetensi dan etika dalam jasa konsultansi.

Selain aktif di INKINDO, Satriya juga dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Bosowa “45”.

Peran tersebut memperlihatkan dimensi kepemimpinannya yang lebih luas, terutama dalam membangun jejaring alumni dan mendorong kontribusi lulusan perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

Keterlibatannya juga merambah organisasi lain, termasuk Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai Wakil Ketua Umum, Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.

Rangkaian pengalaman tersebut menggambarkan Satriya Madjid sebagai figur yang bergerak lintas sektor.

Ia tidak hanya berada di ruang teknis sebagai praktisi konstruksi dan perencana, tetapi juga hadir sebagai pemimpin organisasi dan komunikator publik yang aktif menyuarakan pentingnya pembangunan yang profesional, terintegrasi dan berkelanjutan.

Dari ruang perencanaan hingga panggung publik, perjalanan Ir. H. Satriya Madjid, ST., MSP. memperlihatkan bagaimana kompetensi teknis dapat berjalan beriringan dengan kepemimpinan dan pengabdian sosial.

Jejak tersebut sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun sektor konstruksi dan perencanaan yang lebih profesional serta berorientasi pada kepentingan masyarakat. (*)

  • Bagikan