PAREPARE, RAKYATSULBAR.COM— Menyusuri jalan setapak di tengah pemukiman padat penduduk, Kapolsek Ujung Polres Parepare AKP Sukri Abdullah kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir dan mendengarkan langsung persoalan masyarakat.
Melalui kegiatan Jumat Curhat yang digelar di Posyandu Lagaligo 2, RT 1 RW 2, Jalan Sudirman, Kelurahan Lapadde, Kota Parepare, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 09.15 Wita, Kapolsek Ujung bertatap muka langsung dengan warga dan menindaklanjuti sejumlah aspirasi yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Kedatangan AKP Sukri Abdullah bersama disambut oleh warga RW 2. Ketua RW 2 Lapadde Arifuddin, Ketua RT 1 Rauf, serta sekitar 20 warga setempat yang didampingi oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Mustamin Endang.
Mengawali dialog yang merupakan esensi dari Jumat Curhat, AKP Sukri Abdullah terlebih dahulu menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem dan musim kemarau yang berpotensi memicu berbagai persoalan, terutama kebakaran.
Menurutnya, kondisi kemarau panjang akibat fenomena El Nino dapat menimbulkan dampak berantai, mulai dari kekeringan, kekurangan air bersih, gangguan ketahanan pangan hingga meningkatnya potensi kebakaran rumah maupun lahan.
“Situasi kita saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Kemarau panjang dapat berdampak pada kekeringan, kekurangan air bersih, gangguan ketahanan pangan, angin kencang disertai cuaca panas terik. Yang kerap terjadi adalah kebakaran rumah dan kebakaran lahan. Karena itu kami kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati, khususnya terhadap bahaya kebakaran. Hindari membakar sampah tanpa pengawasan, apalagi di tengah pemukiman seperti ini,” ujar AKP Sukri Abdullah.
Dalam sesi dialog, salah seorang warga bernama Abustan menyampaikan harapannya kepada Kapolsek agar di fasilitasi pengadaan tabung Hydrant Pemadam api dan pengadaan CCTV yang di letakkan di pemukiman padat warga seperti RW 2 Lapadde itu.
Menurutnya, akses jalan yang sempit di tengah pemukiman padat penduduk dapat menyulitkan mobil pemadam kebakaran untuk masuk apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Kata Abustan, dengan adanya CCTV yang terpasang di lorong pemukiman dapat mencegah tindak pidana pencurian atau hal lainnya.
Merespons aspirasi tersebut, AKP Sukri Abdullah langsung melakukan komunikasi dengan pihak PDAM di hadapan warga peserta Jumat Curhat.
“Hasilnya, dari pihak PDAM yang kita dengarkan bersama, usulan pengadaan tabung hydrant tersebut sudah diajukan. Mari kita tunggu bersama hasilnya, ya bapak dan ibu sekalian,” jawab Kapolsek.
Sementara terkait usulan pemasangan CCTV, Kapolsek menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat tersebut akan dibawa dan dikomunikasikan kepada pihak maupun instansi terkait apabila terdapat kesempatan pertemuan.
Kapolsek mengaku sangat menghargai setiap masukan dari masyarakat. Menurutnya, Jumat Curhat bukan sekadar ruang untuk menyampaikan keluhan, tetapi juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk menyerap aspirasi dan mencari solusi bersama.
Permasalahan lain yang turut mencuat dalam dialog adalah sulitnya masyarakat mendapatkan tabung gas elpiji. Menanggapi hal tersebut, AKP Sukri Abdullah kembali mengambil langkah cepat dengan langsung menghubungi pihak terkait di hadapan warga.
Dari komunikasi tersebut, diperoleh informasi bahwa kelangkaan gas elpiji diduga dipengaruhi adanya pihak-pihak yang membawa tabung gas keluar dari wilayah Kota Parepare sehingga pemenuhan kebutuhan masyarakat setempat mengalami gangguan.
“Kita sudah mendengarkan bersama langsung dari sumbernya. Diduga ada spekulan yang membawa tabung gas keluar dari Kota Parepare sehingga pemenuhan kebutuhan di Parepare mengalami gangguan atau bisa dikatakan langka. Saat ini pihak-pihak terkait sedang menggagas pembentukan satgas pencegahan dalam waktu secepatnya. Saya harap jawaban ini dapat menjawab kekhawatiran kita bersama,” jelasnya.
Tak berhenti sampai di situ, persoalan tiang lampu penerangan jalan yang rusak di lorong pemukiman juga langsung ditindaklanjuti. AKP Sukri Abdullah menghubungi Dinas Penerangan Jalan dan hasil komunikasi tersebut disampaikan langsung kepada warga bahwa kerusakan lampu penerangan akan segera dibenahi.
“Setidaknya, dalam waktu secepatnya tiang lampu kita itu akan segera dibenahi. Alhamdulillah, ini sangat luar biasa. Masukan dan permasalahan dapat kita tuntaskan. Saya akhiri pertemuan kita dengan mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil Alamin, semoga harapan masyarakat dapat segera terwujud,” pungkas Kapolsek.
Kegiatan Jumat Curhat berlangsung penuh antusias. Warga terlihat aktif menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, sementara Kapolsek Ujung meresponsnya secara langsung melalui komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
Kegiatan yang menjadi wadah komunikasi antara masyarakat dan kepolisian tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, berakhir sekitar pukul 10.39 Wita.








