MAKASSAR,RAKYATSULBAR.COM- Andi Jumaro Dulung merupakan Politisi, akademisi sekaligus pengusaha sukses asal Soppeng Sulawesi Selatan yang lahir pada 12 Desember 1960.
Kiprah Andi Jumaro di dunia politik tak bisa dipandang sepele, bahkan saat ini dirinya digadang – gadang akan maju pada pemilihan presiden mewakili NU di periode mendatang.
Tak banyak yang tau, Andi Jumaro memulai karirnya sabagai tenaga pendidik di Universitas Negeri Makassar (UNM) atau yang dulunya disebut IKIP Ujung Pandang.
Menjadi mahasiswa berprestasi di IKIP setelah menamatkan kuliahnya, dirinya langsung terangkat menjadi salah satu dosen
“Saat itu seingat saya masih kurang angkatan saya yang di tarik menjadi tenaga pendidikan,” ujarnya dalam chanel youtube Paradigma TV.
Tak lantas puas, dirinya bahkan melanjutkan pendidikan dan berkesempatan berkuliah di Universitas Padjajaran mengambil jurusan Psikologi Sosial kemudian kembali mengabdi di kampus Phinisi tercinta setelah menyelesaikan kuliah dan menerima gelar S2.
Jenjang pendidikan Andi Jumaro tak berhenti di situ, kepandaiannya kembali mengantarkan ia melanjutkan pendidikan di Jakarta mengambil kuliah S3.
Tak hanya piawai sebagai akademisi, kemampuan organisasi Andi Jumaro juga jempolan sejak dirinya di bangku kuliah. Pun perkenalannya dengan Nahdatul Ulama (NU) dari organisasinya.
“Di samping menjadi mahasiswa, saya juga menjadi ketua pengurus pusat tim Ansor, merangkap komandan Banser Nasional. Saya menjadi satu satunya orang Bugis yang dapat memimpin Banser ditingkatkan nasional,” ungkapan Andi Jumaro.
Lanjut “Sebelumnya saya juga pernah menjadi bagian PMII, dari pengalaman pengalaman itulah saya kemudian dilirik NU dan dan menjadi salah satu Ketua Pengurus NU,” sambungnya.
Tak puas menjadi Akademisi dan Politisi, Andi Jumaro juga sukses merambah dunia bisnis dan sukses menjadi pebisnis ulung. Bisnis tambak, travel dan mediator Investor dilakoninya
Andi Jumaro membeberkan, Akademisi, Politisi, dan Pengusaha adalah ketiga hal yang berbeda, namun dirinya mengaku menyenangi ketiga hal yang membesarkan namanya ini.
“Jika kita menjadi akademisi orientasinya kebenaran, menjadi politisi orientasinya kekuasaan, bisnismen keuntungan. Dan alhamdulillah Allah mengizinkan saya menjalani ketiganya,” ucapnya.
Berikut Profil jabatanya
Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor.
Ketua Pengurus Cabang PMII Makassar
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
(*)








