Dukung Program MBG, Karantina Sulsel Bersama BGN dan Komdigi Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Karantina Sulawesi Selatan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan. Hal ini diwujudkan melalui kunjungan bersama ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar guna mendorong penguatan aspek perizinan, pengawasan, serta dukungan sistem digital dalam pelaksanaan program.

Kunjungan ke DPMPTSP Kota Makassar ini dihadiri oleh Kepala Biro Umum dan Keuangan Badan Karantina Indonesia, Gladys Peuru, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Gizi Nasional, Khairul Hidayati dan Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, Kementrian Komunikasi dan Digital, Molly Prabawaty.

Sinergi antara Karantina, BGN, dan Komdigi menjadi langkah strategis dalam memastikan program MBG berjalan secara terintegrasi, mulai dari kepastian hukum, kelancaran perizinan, hingga penguatan sistem berbasis digital. Koordinasi ini juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap komoditas yang digunakan agar memenuhi standar keamanan dan mutu pangan.

Karantina berperan dalam memastikan setiap komoditas pangan yang digunakan dalam program MBG telah melalui pengawasan ketat sesuai ketentuan, sehingga aman dan layak dikonsumsi masyarakat. Sementara itu, dukungan BGN dan Komdigi memperkuat aspek kebijakan serta transformasi digital dalam tata kelola program.

Kepala Biro Umum dan Keuangan Badan Karantina Indonesia, Gladys Peuru, yang hadir dalam kunjungan tersebut, memberikan apresiasi atas langkah koordinasi ini.

“Sinergi lintas instansi seperti yang diinisiasi BGN di Sulsel menjadi contoh penting bagaimana koordinasi awal yang baik dapat memperkuat kepastian hukum dan kelancaran program ke depannya,” kata Gladys.

Sementara itu, Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan keamanan program.

“Kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh proses, mulai dari perizinan hingga pengawasan komoditas berjalan optimal. Karantina berkomitmen untuk menjamin setiap komoditas yang digunakan dalam program MBG memenuhi standar keamanan dan mutu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, kunjungan dilanjutkan ke salah satu Instalasi Karantina Ikan yang mengolah ikan tuna beku di Sulawesi Selatan yang merupakan pengguna jasa dan mitra Karantina Sulsel. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung proses pengolahan komoditas perikanan yang menjadi salah satu potensi pendukung dalam penyediaan bahan pangan bergizi. (Emi)

  • Bagikan