Future Leader

  • Bagikan

Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, dan Ketua ISMI Bali)

عَلَمُوا أَوْلادَكُم السَّبَاحَةَ وَالرَّمَايَةَ وَرُكُوبَ الخَيْلِ

Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda.

K halifah Umar bin Khattab RA, menggunakan bahasa majaz atau metafora untuk menunjukkan prototipe kualitas seorang pemimpin, yaitu: Pemimpin harus bisa berenang yang diasosiasikan dengan kekuatan fisik, intelektual dan mental untuk membentuk durabilitas alias daya tahan terhadap perubahan zaman.

Adapun kuda sebagai lambang kecepatan, simbol kebebasan, energik, kekuatan dan ketangguhan. Pun, ia adalah lambang keagungan, dan kesatria. Secara substansial, seorang pemimpin tidak hanya bermodalkan fisik yang kuat. Dibutuhkan pula kecepatan demi menggapai efisiensi. Kuda bermakna pula sarana teknologi dan informasi. Tangkas, efisien menuju keberhasilan. Naik kuda akan lebih cepat dibanding berjalan kaki. Demikian halnya, dengan menggunakan teknologi akan mempercepat raihan dan pencapaian.

Tipikal pemimpin yang dilandasi kekuatan dan kecepatan hakikatnya sudah terbentuk hard skill dan soft skill dalam diri pemimpin tersebut.

Last but not least bahwa kendati seseorang pemimpin telah memiliki kekuatan dan kecepatan, namun tidak memiliki ketepatan kerja, maka seorang pemimpin belum bisa disebut profesional. Karena itu, kekuatan, kecepatan dan ketepatan menjadi rangkaian yang terpisahkan untuk mewujudkan pemimpin ideal dan paripurna di masa depan. (*)

  • Bagikan