DAEGU, RAKYATSULBAR.COM – Upaya peningkatan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi internasional. Di sela-sela kesibukan mereka sejumlah dekan Fakultas Kedokteran dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Global Medical Training Program yang diselenggarakan oleh K-Medi Hub (Korea Medical Industry Development Institute) di Daegu, Korea Selatan, pada tanggal 4–5 Juli 2026.
Delegasi Indonesia dalam kegiatan ini terdiri atas Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, serta Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas institusi pendidikan kedokteran melalui transfer ilmu pengetahuan dan skill pengembangan teknologi kesehatan, serta peningkatan kompetensi pendidikan berbasis keterampilan (skill-based medical education). Selama dua hari pelaksanaan, para peserta memperoleh pemaparan mengenai perkembangan teknologi medis terkini, strategi pembelajaran klinik modern, pemanfaatan simulasi medis, hingga pengembangan kurikulum yang berorientasi pada kompetensi lulusan sesuai standar internasional.
Di sela-sela rangkaian kegiatan tersebut, para dekan juga mengikuti Hands-on Ultrasound Training, yaitu pelatihan praktik penggunaan ultrasonografi yang difokuskan pada skrining penyakit tiroid dan pemeriksaan ultrasonografi abdomen. Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung dalam mengoperasikan perangkat ultrasonografi modern dengan bimbingan para pakar dari Korea Selatan.
Kegiatan praktik tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam memperkenalkan model pembelajaran berbasis keterampilan (hands-on clinical skills) yang saat ini telah menjadi standar pendidikan kedokteran di berbagai negara maju. Melalui pelatihan ini, para peserta memperoleh wawasan mengenai metode pengajaran ultrasonografi yang dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran mahasiswa kedokteran sejak tahap pendidikan klinik maupun pra-klinik.
Delegasi Indonesia menilai bahwa penguasaan Point-of-Care Ultrasound (POCUS) dan keterampilan ultrasonografi dasar merupakan kompetensi yang semakin penting bagi calon dokter di era kedokteran modern, terutama untuk skreening penyakit di layanan Primer. Oleh karena itu, pengalaman yang diperoleh selama pelatihan di K-Medi Hub diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan laboratorium keterampilan klinik (clinical skills laboratory), inovasi kurikulum, serta peningkatan mutu pendidikan kedokteran di masing-masing institusi.
Selain memperkuat kompetensi akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jejaring kerja sama internasional antara institusi pendidikan kedokteran Indonesia dengan K-Medi Hub serta berbagai lembaga kesehatan dan pendidikan di Korea Selatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, pelatihan lanjutan, serta implementasi teknologi kesehatan mutakhir dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Keikutsertaan para dekan Fakultas Kedokteran Indonesia dalam program pelatihan internasional ini menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dokter Indonesia agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi medis, serta memiliki daya saing di tingkat global. Semangat kolaborasi internasional ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan transformasi pendidikan kedokteran Indonesia yang unggul, inovatif, dan berstandar internasional.








