Kapolres Sidrap, AKBP Dr Fantry Taherong Tambah Gelar M.Krim, Lengkapi Deretan Titel Akademiknya

  • Bagikan

SIDRAP, RAKYATSULBAR.COM- Di tengah promosi jabatannya, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong kembali menunjukkan capaian yang menarik. Perwira menengah Polri itu resmi menyandang gelar baru; Magister Kriminologi (M.Krim.) dari Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena diraih menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai Kapolres Sidrap. Fantry diketahui mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Bagian Pembinaan Karier (Kabag Binkar) Biro SDM Polda Sulawesi Selatan, sebuah posisi strategis yang mengurusi pembinaan dan pengembangan karier personel Polri.Langganan Berita Online

Jurnalistik Investigasi
Gelar baru itu melengkapi sederet titel akademik yang sudah lebih dulu melekat pada namanya.

Saat ini, Fantry tercatat menyandang gelar Doktor (Dr.), Sarjana  Hukum (S.H.), Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.), Magister Hukum (M.H.), dan kini Magister Kriminologi (M.Krim.).

Bagi kalangan kepolisian, kombinasi gelar tersebut tergolong tidak biasa. Sebab, latar belakang keilmuannya mencakup hukum, kepolisian, hingga kriminologi yang merupakan bidang kajian tentang kejahatan, perilaku pelaku kriminal, faktor penyebab, serta strategi pencegahan dan penanggulangannya.Informasi Sulawesi Selatan

Menariknya, capaian akademik itu diraih ketika Fantry masih aktif memimpin Polres Sidrap, salah satu wilayah dengan dinamika keamanan yang cukup tinggi di Sulawesi Selatan.

Selama menjabat, ia dikenal aktif mendorong pendekatan preventif dalam menjaga keamanan, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.Hukum

Kini, menjelang meninggalkan Bumi Nene Mallomo, Fantry seolah meninggalkan dua warisan sekaligus. Pertama, rekam jejak kepemimpinan di Polres Sidrap. Kedua, pesan bahwa peningkatan kualitas diri melalui pendidikan dapat berjalan beriringan dengan tugas dan tanggung jawab negara.

Bagi banyak personel muda Polri, capaian tersebut juga menjadi simbol bahwa jenjang karier dan prestasi akademik bukanlah dua hal yang harus dipilih salah satu. Keduanya dapat tumbuh bersamaan.Demografi

Tak heran jika ucapan selamat atas gelar Magister Kriminologi yang diraihnya ramai bermunculan. Sebab, bagi Fantry, keberhasilan itu bukan hanya soal tambahan huruf di belakang nama, melainkan penanda perjalanan panjang seorang polisi yang terus menambah bekal ilmu sebelum memasuki babak baru kariernya di Polda Sulsel. (*)

  • Bagikan