MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Kompetensi dan kemampuan dalam bekerja menjadi modal penting bagi setiap pegawai. Namun, keduanya harus berjalan beriringan dengan etika, sikap, dan tata krama yang baik dalam membangun lingkungan kerja yang profesional.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan), Sitti Chadidjah, saat memimpin apel pagi yang diikuti seluruh jajaran pegawai Karantina Sulawesi Selatan, Senin (07/09).
Dalam arahannya, Sitti Chadidjah menekankan bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari kemampuan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan. Cara berkomunikasi, menghargai sesama, membangun kerja sama, serta menjaga etika dalam hubungan kerja juga menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja organisasi.
“Sepintar apa pun seorang pegawai, etika dan sikap tetap harus berada di depan. Bagaimana kita bertutur kata, bersikap, dan menjaga tata krama, baik kepada pimpinan maupun sesama rekan kerja, harus benar-benar diterapkan. Pintar, tetapi attitude-nya kurang baik, tentu tidak akan memberikan nilai yang optimal bagi organisasi,” ujar Sitti.
Menurutnya, kompetensi yang baik harus tercermin pula dalam perilaku kerja sehari-hari. Karena itu, seluruh pegawai didorong untuk terus membangun komunikasi yang sehat, saling menghargai, serta memperkuat kerja sama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Selain etika kerja, kedisiplinan dan evaluasi kinerja pegawai turut menjadi perhatian. Sitti Chadidjah mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap jam kerja, pencapaian target, serta ketaatan terhadap ketentuan yang berlaku. Hal tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi kinerja tahunan.
Sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang objektif dan kolaboratif, Karantina Sulawesi Selatan juga mulai menerapkan Penilaian Kinerja 360 Derajat. Melalui metode ini, penilaian tidak hanya berasal dari atasan langsung, tetapi turut melibatkan rekan kerja dalam satu tim. Penilaian tersebut mencakup aspek komunikasi, kerja sama, hingga perilaku pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Komitmen terhadap Reformasi Birokrasi juga menjadi bagian dari arahannya. Seluruh jajaran diminta berkontribusi dalam pemenuhan area perubahan Reformasi Birokrasi di tingkat unit pelaksana teknis sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kinerja, serta memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
Menutup amanatnya, Kepala Karantina Sulawesi Selatan mengajak seluruh jajaran menjadikan kompetensi, etika, disiplin, dan komunikasi sebagai satu kesatuan dalam menjalankan tugas. Setiap pegawai diharapkan tidak hanya mampu bekerja dengan baik, tetapi juga mampu menjaga sikap dan nama baik institusi.
“Mari kita bangun organisasi dan lingkungan kerja yang sehat. Bekerjalah dengan ikhlas, perkuat komunikasi dalam tim, dan lakukan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab. Apa yang kita lakukan membawa nama institusi, sehingga harus selalu kita jaga bersama,” tutupnya.








