Ustaz M. Yusrah: Keberkahan Hidup Bukan Banyaknya Harta, tapi Kebaikan yang Terus Bertambah

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Keberkahan hidup tidak selalu identik dengan banyaknya harta, tingginya jabatan, atau melimpahnya kesenangan dunia. Keberkahan justru terlihat ketika nikmat yang diberikan Allah SWT mampu menghadirkan kebaikan dan semakin mendekatkan seseorang kepada-Nya.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz M. Yusrah, M.Si. saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Nurul Jauhara, Kompleks Perumahan Permata Sari, Makassar, Jumat (11/9/2026).

Dalam khutbahnya bertema “Keberkahan Hidup”, Ustaz M. Yusrah mengajak jamaah memahami kembali makna keberkahan agar manusia tidak semata-mata menjadikan ukuran materi sebagai standar kebahagiaan.

Menurutnya, sesuatu yang sedikit tetapi mendatangkan manfaat dan kebaikan dapat jauh lebih bernilai dibandingkan sesuatu yang banyak tetapi justru menjauhkan seseorang dari Allah SWT.

“Keberkahan hidup adalah bertambahnya kebaikan (ziyādatul khair), ketenangan, serta manfaat yang Allah SWT berikan dalam kehidupan seseorang, baik dari segi materi maupun nonmateri,” ujarnya.

Ia menekankan, keberkahan bukan hanya mengenai jumlah atau kuantitas. Harta atau rezeki yang tidak terlalu banyak, misalnya, dapat menjadi jauh lebih berarti ketika mencukupi kebutuhan, menghadirkan ketenteraman keluarga, dan digunakan pada jalan kebaikan.

Sebaliknya, harta yang melimpah belum tentu menjadi keberkahan apabila justru menghadirkan kegelisahan atau membuat pemiliknya semakin jauh dari ketaatan.

Belajar dari Nasihat Luqman

Dalam khutbahnya, Ustaz M. Yusrah juga mengangkat nasihat Luqman kepada anaknya sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an.

Pesan tersebut mengajarkan bahwa manusia harus bersyukur kepada Allah SWT. Sebab, manfaat dari rasa syukur pada hakikatnya akan kembali kepada orang yang bersyukur itu sendiri.

Karena itu, jamaah diajak untuk tidak sekadar meminta agar nikmat terus bertambah, tetapi juga mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Menurutnya, bentuk syukur tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan. Syukur harus diwujudkan dengan memanfaatkan nikmat Allah untuk kebaikan.

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut.

Empat Jalan Meraih Keberkahan

Ustaz M. Yusrah kemudian mengingatkan sejumlah jalan yang dapat ditempuh seorang Muslim untuk memperoleh keberkahan hidup, di antaranya bersyukur kepada Allah, memperbanyak sedekah, memperbaiki hubungan dengan orang tua, serta memperbanyak silaturahmi.

Berbakti kepada kedua orang tua mendapat perhatian khusus. Menurutnya, keberkahan hidup sangat erat dengan keridaan dan doa orang tua.

Ia mengingatkan jamaah agar tidak menunggu sukses atau memiliki banyak harta untuk membahagiakan orang tua. Selagi masih diberikan kesempatan bersama ayah dan ibu, seorang anak hendaknya memberikan perhatian dan kebaikan terbaik sesuai kemampuannya.

Selain itu, memperbanyak sedekah menjadi salah satu jalan membuka keberkahan rezeki. Sedekah tidak semata dinilai dari besar-kecil nominal, melainkan keikhlasan serta manfaatnya bagi sesama.

Silaturahmi juga menjadi bagian penting. Hubungan yang baik dengan keluarga, kerabat, tetangga dan sesama diyakini menjadi salah satu pintu hadirnya keberkahan dalam kehidupan.

Di akhir khutbah, Ustaz M. Yusrah mengajak jamaah melakukan introspeksi terhadap nikmat yang telah diterima selama ini.

Sebab, kehidupan yang berkah bukan kehidupan yang selalu memiliki segalanya, melainkan kehidupan ketika rezeki memberi manfaat, keluarga menghadirkan ketenteraman, hubungan antarsesama terjaga, dan setiap nikmat semakin mendekatkan manusia kepada Allah SWT.

KETERANGAN FOTO: Ustaz M. Yusrah, M.Si. menyampaikan khutbah Jumat bertema “Keberkahan Hidup” di Masjid Nurul Jauhara, Kompleks Perumahan Permata Sari, Makassar, Jumat (11/9/2026).

  • Bagikan