MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Pemberlakuan sistem ganjil genap kendaraan dinilai efektif mengurai antrean dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Kota Makassar.
Pantauan di SPBU Jalan Dr. Sam Ratulangi dengan kode SPBU 74.901.15, Minggu (13/9/2026), menunjukkan proses pengisian BBM berlangsung lebih tertib dan lancar dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Pada hari ini, pengisian BBM dikhususkan bagi kendaraan dengan angka terakhir nomor polisi ganjil. Petugas memeriksa angka paling belakang pada pelat nomor setiap kendaraan sebelum diperbolehkan memasuki area SPBU.
Kondisi tersebut juga mendapat perhatian dari televisi nasional yang melakukan siaran langsung di lokasi untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait penerapan sistem ganjil genap. Dalam pantauan tersebut, situasi pengisian BBM terlihat berjalan lancar setelah kebijakan ganjil genap diberlakukan.
Menurut salah seorang personel Satpol PP yang bertugas di lokasi, Andri, penerapan sistem tersebut cukup membantu mengendalikan antrean kendaraan.
“Penerapan ganjil genap ini cukup efektif, terutama untuk menghindari kemacetan,” ujar Andri.
Meski antrean mulai terkendali, pengawasan tetap dilakukan secara ketat. Personel Polri, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP turun langsung mengatur kendaraan yang hendak masuk ke area SPBU.
Petugas juga memberikan penjelasan secara persuasif kepada pengendara bahwa pengisian BBM hari ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan bernomor polisi ganjil. Kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan diarahkan untuk melakukan pengisian pada jadwal berikutnya.
Kehadiran aparat gabungan membuat proses pengisian berlangsung tertib sekaligus mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Ratulangi.
Penerapan sistem ganjil genap ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurai antrean panjang dan kemacetan di sejumlah SPBU. Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan pola pengisian BBM yang lebih teratur, aman, dan merata bagi masyarakat.
Namun, efektivitas kebijakan ini tetap membutuhkan kedisiplinan para pengendara serta pengawasan konsisten dari petugas di lapangan. (*)








