TORAJA, RAKYATSULBAR.COM – Jalan menuju Kota Toraja, Sulawesi Selatan terlihat ramai jelang pergantian tahun 2026. Kendaraan lalu lalang berlomba memasuki dua wilayah serumpun. Itulah Tanah Toraja dan Toraja Utara. Kota dengan pesona alam seperti hutan pinus, bambu dan budaya Rambu Solo begitu tersohor itu.
Gemerlap lampu berjejer seolah menyambut para turis saat memasuki kota Makale, Tanah Toraja. Patung pejuang Lakipadada terlihat berdiri gagah berani ditengah-tengah kolam. Karisma Lakipadada dipandang sebagai pejuang asal Toraja yang pemberani.
Jelang pergantian tahun, tempat ini menjadi salah satu lokasi kemeriahan masyarakat yang ingin menghabiskan suasana malam akhir tahun. Bundaran yang berisi air menjadikan tempat ini dihujani kilauan kembang api.
“Kalau kembang api disanami (Bundaran Makale) pusatnya,” ujar Akbar kepada rakyatsulbar.com saat ditemui di Alun-alun Rantepao, Selasa (30/12/25).
Akbar memang beberapa tahun lalu berada di Toraja. Tiap musim akhir tahun baru tiba ia mencoba menjual permainan khusus anak – anak. Kali ini Alun-alun Rantepao menjadi tempatnya untuk berjualan. Keramaian pengunjung menurut Akbar akan tetap terasa hingga memasuki tanggal baru.
Alun-alun, Rantepao, Toraja Utara juga tak kalah ramai. Lokasinya yang terletak ditengah kota ini sangat diminati sebagai tempat bermain dan belanja. Berada dekat dengan pusat pemerintahan dan pusat perbelanjaan.
Dari pantauan rakyatsulbar, perayaan tahun baru kali ini dentuman kembang api bersahut-sahutan di langit Toraja. Begitupula dari arah gunung seperti Lolai dan Totombi. Cahaya kembang api bagaikan langit penuh warna-warni.
Penulis: Ayub Kalapadang








