Fakultas Psikologi UNM Gelar Kuliah Umum “Virtual and Hybrid Teams: OD Challenges in the Remote Work Era” pada Harlah ke-26

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Virtual and Hybrid Teams: OD Challenges in the Remote Work Era” pada Sabtu (6/6/2026) di Aula MTM Fakultas Psikologi UNM dan secara daring (hybrid). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir ke-26 Fakultas Psikologi UNM yang mengusung tema “26 Tahun Menginspirasi, Menguatkan, dan Peduli.”

Kuliah umum ini menghadirkan Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psikolog dari Universitas Airlangga sebagai narasumber utama. Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut, yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni Fakultas Psikologi UNM, mahasiswa Psikologi Universitas Bosowa, serta perwakilan lembaga kemahasiswaan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UNM, Lukman, S.Psi., M.App.Psy. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kuliah umum ini diharapkan menjadi ruang penguatan wawasan akademik dan praktis bagi sivitas akademika dalam memahami perubahan pola kerja organisasi yang semakin berkembang di era digital.

“Perubahan dunia kerja menuntut organisasi untuk terus beradaptasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang yang muncul dalam sistem kerja virtual maupun hybrid,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Novi Yanti Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan diskusi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, khususnya dalam perspektif psikologi industri dan organisasi.

Dalam pemaparannya, Prof. Fendy Suhariadi menjelaskan bahwa perkembangan sistem kerja virtual dan hybrid telah mengubah cara organisasi mengelola sumber daya manusia, komunikasi, dan kolaborasi tim. Menurutnya, organisasi tidak lagi dapat berfokus hanya pada kehadiran fisik karyawan, melainkan harus mengedepankan pencapaian kinerja, kualitas kolaborasi, dokumentasi pengetahuan, serta kesejahteraan psikologis anggota organisasi.

Ia menekankan pentingnya membangun model kerja hybrid yang sehat melalui kombinasi kerja sinkron dan asinkron, pemanfaatan dokumentasi sebagai memori organisasi, serta penggunaan pertemuan tatap muka untuk aktivitas bernilai tinggi seperti membangun kepercayaan, mentoring, penguatan budaya kerja, dan inovasi.

Selain itu, Prof. Fendy juga menguraikan berbagai tantangan pengembangan organisasi (organization development/OD) di era kerja jarak jauh, antara lain melemahnya rasa memiliki dalam tim virtual, munculnya proximity bias atau bias kedekatan dalam penilaian kinerja, fragmentasi pekerjaan, kelelahan digital (digital fatigue), serta tantangan proses onboarding dan transfer pengetahuan pada lingkungan kerja hybrid.

“Hybrid work bukan sekadar membagi jadwal bekerja di kantor dan dari rumah. Hybrid work adalah desain kerja yang membutuhkan strategi organisasi yang matang agar produktivitas, kolaborasi, dan kesejahteraan karyawan dapat berjalan secara seimbang,” jelasnya.

Tema yang diangkat dalam kuliah umum ini dinilai sangat relevan dengan dinamika organisasi modern yang dituntut untuk semakin adaptif dan fleksibel di tengah percepatan transformasi digital. Para peserta memperoleh wawasan mengenai berbagai strategi pengelolaan tim virtual dan hybrid yang efektif, sekaligus memahami peran psikologi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi UNM berharap dapat terus memperluas kontribusi keilmuan psikologi dalam menjawab tantangan dunia kerja kontemporer. Momentum Harlah ke-26 Fakultas Psikologi UNM juga menjadi refleksi penting untuk memperkuat peran institusi dalam pengembangan psikologi industri dan organisasi, kesehatan kerja, serta pengembangan organisasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, Fakultas Psikologi UNM kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi akademik yang adaptif, unggul, dan responsif terhadap perubahan dunia kerja di era digital.

  • Bagikan