Oleh: Ahmad Razak (Dosen Fakultas Psikologi UNM)
MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Dies Natalis ke-65 Universitas Negeri Makassar (UNM) merupakan momentum yang sangat berharga untuk merefleksikan perjalanan panjang institusi ini dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Selama enam dekade lebih, UNM telah tumbuh dan berkembang melalui dedikasi, pengorbanan, serta kerja keras seluruh sivitas akademika. Berbagai capaian yang diraih hari ini merupakan hasil dari ikhtiar kolektif yang dibangun secara berkelanjutan oleh para pendahulu dan generasi penerus UNM.
Sebagai sebuah organisasi akademik yang besar, UNM tidak pernah lepas dari dinamika dan perbedaan. Perbedaan pandangan, gagasan, maupun kepentingan merupakan keniscayaan yang menyertai kehidupan kampus. Namun, sejarah menunjukkan bahwa kemajuan institusi tidak lahir dari kesamaan cara berpikir, melainkan dari kemampuan mengelola keberagaman menjadi kekuatan yang produktif. Perbedaan yang dikelola dengan bijak akan melahirkan kreativitas, inovasi, dan kemajuan; sebaliknya, perbedaan yang tidak terkelola dapat menjadi sumber konflik yang menghambat perkembangan organisasi.
Dalam perspektif psikologi, kondisi tersebut dapat dijelaskan melalui Teori Identitas Sosial yang dikembangkan oleh Henri Tajfel dan John Turner. Teori ini menjelaskan bahwa individu akan menunjukkan komitmen dan loyalitas yang lebih tinggi ketika mereka memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap kelompoknya.
Ketika seluruh sivitas akademika memandang dirinya sebagai bagian dari keluarga besar UNM, maka kepentingan institusi akan ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Dari sinilah lahir semangat kolaborasi, solidaritas, dan tanggung jawab bersama untuk memajukan universitas.
Spirit kebersamaan menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi di era global. Persaingan antarperguruan tinggi, perkembangan teknologi yang begitu cepat, serta tuntutan inovasi yang semakin tinggi tidak mungkin dijawab oleh individu atau unit kerja secara sendiri-sendiri. Kemajuan hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kuat, komunikasi yang sehat, dan kerja sama yang dilandasi saling percaya.
Lebih dari itu, kebersamaan juga memiliki landasan spiritual yang kokoh. Islam mengajarkan pentingnya persatuan dan persaudaraan sebagai sumber kekuatan umat. Allah Swt. berfirman, “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai” (QS. Ali Imran: 103). Ayat ini mengandung pesan bahwa persatuan bukan sekadar kebutuhan sosial, tetapi juga merupakan amanah moral dan spiritual yang harus dijaga oleh setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.
Dalam konteks UNM, kebersamaan hendaknya diwujudkan melalui budaya saling menghargai, saling mendukung, dan saling menguatkan, sipakatau, sipakalebbi, sipakainga. Perbedaan fakultas, disiplin ilmu, jabatan, maupun generasi tidak boleh menjadi sekat yang memisahkan, melainkan jembatan yang memperkaya perspektif dan memperkuat kerja sama. Kampus yang sehat adalah kampus yang mampu menjadikan keberagaman sebagai sumber energi untuk menghasilkan karya dan prestasi.
Memasuki usia ke-65 tahun, UNM memiliki modal yang sangat besar untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. Modal tersebut bukan hanya sumber daya manusia yang berkualitas atau sarana yang memadai, tetapi juga kekuatan persaudaraan yang tumbuh di antara seluruh warga kampus. Ketika semangat kebersamaan terpelihara, berbagai tantangan akan lebih mudah dihadapi dan berbagai cita-cita besar akan lebih mungkin diwujudkan.
Oleh karena itu, semangat Dies Natalis ke-65 UNM hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kolektif dalam membangun institusi yang dicintai bersama. Dengan mengedepankan persatuan, kolaborasi, dan nilai-nilai spiritual dalam setiap langkah pengabdian, UNM akan terus bertumbuh sebagai rumah besar ilmu pengetahuan yang melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan memberi manfaat bagi bangsa serta kemanusiaan. Sebab pada akhirnya, membangun UNM bukanlah tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui spirit kebersamaan.
Kita UNM, Tetap Jaya dalam Tantangan.








