Morning Briefing, Karantina Sulsel Evaluasi Layanan dan Perkuat Pemahaman Regulasi

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM- Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) menjadikan morning briefing sebagai ruang untuk membenahi pelayanan sekaligus memperkuat pemahaman regulasi di lingkungan kerja. Kegiatan yang berlangsung di Aula Mabudatora tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah.

Dilaksanakan secara hybrid, morning briefing diikuti seluruh jajaran dari kantor induk maupun Satuan Pelayanan (Satpel) di berbagai wilayah. Forum ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi persoalan operasional, menindaklanjuti masukan masyarakat, serta menyamakan pemahaman petugas terhadap regulasi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Evaluasi pelayanan menjadi salah satu agenda utama. Berbagai masukan dan pengaduan masyarakat yang disampaikan melalui SP4N-LAPOR!, WhatsApp, maupun secara langsung dibahas sebagai bahan perbaikan. Evaluasi juga menyasar pelaksanaan pemeriksaan fisik di bandara, pelabuhan, dan seluruh Satpel, termasuk kesiapan sarana dan prasarana pendukung pelayanan.

Penguatan regulasi turut menjadi perhatian melalui sosialisasi Peraturan Badan Karantina Indonesia Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penetapan Media Pembawa untuk Dikuasai Negara. Pembahasan dilakukan untuk menyamakan persepsi petugas sehingga penerapan ketentuan tersebut di lapangan dapat berjalan secara tepat dan konsisten

Pemahaman yang sama dinilai penting agar petugas memiliki dasar yang jelas dalam menentukan dan menangani Media Pembawa yang memenuhi kriteria untuk dikuasai negara. Dengan demikian, setiap tindakan karantina dapat dilaksanakan sesuai ketentuan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat dan pengguna jasa.

Pemanfaatan inovasi pelayanan publik juga menjadi bagian dari evaluasi. Sitti mendorong optimalisasi aplikasi BEST TRUST dan QUVERA di seluruh Satpel agar inovasi yang telah dikembangkan benar-benar memberikan kemudahan dan mendukung efektivitas pelayanan.

Selain membenahi pelayanan dan memperkuat regulasi, Kepala Karantina Sulawesi Selatan menekankan pentingnya integritas serta disiplin pegawai.

Menurutnya, integritas tidak hanya berkaitan dengan upaya mencegah penyuapan dan kolusi, tetapi juga tercermin dari tanggung jawab setiap pegawai dalam memanfaatkan waktu kerja dan menyelesaikan tugas.

“Integritas itu bukan hanya terkait dengan penyuapan dan kolusi, tetapi juga bagaimana kita disiplin dalam bekerja dan menyelesaikan tanggung jawab. Kehadiran bukan hanya dimaknai sebatas mengisi absensi, tetapi bagaimana waktu kerja yang kita miliki benar-benar diisi dengan tanggung jawab dan kinerja,” tegas Sitti Chadidjah.

la juga mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga profesionalisme, etika, dan citra institusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Karantina merupakan institusi yang bekerja dalam lingkup nasional dan internasional. Karena itu, citra lembaga harus kita jaga bersama. Mulai dari cara berpakaian, bersikap, bertutur kata, hingga bagaimana kita melayani masyarakat, semuanya mencerminkan institusi,” ujarnya.

Melalui morning briefing, Karantina Sulawesi Selatan terus membangun budaya evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. Pembenahan pelayanan, penguatan pemahaman regulasi, serta peningkatan integritas dan disiplin menjadi langkah bersama untuk menghadirkan pelayanan karantina yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

  • Bagikan