Karantina Sulsel dan BBVet Maros Perkuat Kolaborasi untuk Jaga Layanan Pengujian

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) dan Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros memperkuat kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan layanan pengujian laboratorium veteriner. Hal tersebut menjadi fokus pembahasan dalam kunjungan kerja BBVet Maros ke Karantina Sulawesi Selatan.

Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BBVet Maros, Dinar Hadi Wahyu Hartawan beserta jajaran dan diterima oleh Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah. Pertemuan menjadi ruang bagi kedua instansi untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas peluang kerja sama dalam mendukung kontinuitas layanan pengujian laboratorium.

Salah satu pembahasan utama adalah peluang kerja sama Laboratorium Karantina Sulawesi Selatan sebagai laboratorium rekanan atau subkontrak BBVet Maros. Skema tersebut dipersiapkan sebagai langkah mitigasi apabila terjadi kondisi force majeure atau gangguan operasional yang menyebabkan layanan pengujian di Laboratorium BBVet Maros tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam kondisi tersebut, Laboratorium Karantina Sulawesi Selatan diharapkan dapat memberikan dukungan sesuai ruang lingkup, kapasitas, dan fasilitas yang dimiliki, termasuk dalam penanganan maupun penyimpanan sampel dan agen biologis. Seluruh mekanisme tetap mengacu pada persyaratan teknis serta standar biosafety yang berlaku.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, membangun jejaring antarlaboratorium merupakan langkah antisipatif untuk memastikan layanan pengujian tetap berjalan ketika menghadapi kondisi yang tidak diharapkan.

“Pengujian laboratorium memiliki peran penting sebagai salah satu dasar dalam pelaksanaan tindakan karantina. Karena itu, jejaring dan koordinasi antarlaboratorium perlu diperkuat agar ketika terjadi kendala, kita memiliki langkah mitigasi sehingga layanan pengujian tetap dapat berjalan,” ujar Sitti.

Selain membahas skema laboratorium rekanan, pertemuan juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi teknis, menyelaraskan mekanisme koordinasi, serta bertukar informasi terkait pelaksanaan pengujian laboratorium veteriner.

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang menghadapi kondisi darurat, tetapi juga bagaimana kapasitas dan sumber daya yang dimiliki masing-masing instansi dapat saling mendukung. Harapannya, sinergi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan hewan di Sulawesi Selatan,” tambah Sitti.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Karantina Sulawesi Selatan dan BBVet Maros berupaya membangun jejaring laboratorium yang semakin solid untuk menjaga kontinuitas layanan pengujian sekaligus mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan.

  • Bagikan