MAMUJU, RAKYATSULBAR.COM –Masyarakat Desa Botteng Utara, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat digegerkan dengan adanya aktivitas pemakaman warga keturunan Tionghoa yang dilaksanakan di wilayah tersebut.
Pemakaman perdana diketahui berlangsung pada tanggal 14 Mei 2026 dan memunculkan penolakan dari sejumlah warga setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, bahwa lokasi tersebut disebut akan dijadikan area pekuburan Tionghoa secara berkelanjutan. I
nformasi itu kemudian memicu keresahan warga karena dianggap belum pernah disosialisasikan sebelumnya kepada masyarakat sekitar.
Salah satu pemuda Botteng Utara, Muh Ikram, menyampaikan penolakannya terhadap keberadaan lokasi pemakaman tersebut.
Ia menegaskan bahwa masyarakat akan mengambil langkah untuk menutup akses menuju area pekuburan apabila aktivitas pemakaman terus dilakukan.
Menurut Muh Ikram, informasi yang diperoleh dari Kepala Dusun Salurombia menyebutkan bahwa dalam waktu dekat akan kembali dilaksanakan sekitar tujuh pemakaman lainnya di lokasi tersebut.
“Kami menolak adanya pekuburan ini karena masyarakat tidak pernah diberikan penjelasan sebelumnya. Berdasarkan informasi yang kami terima, lokasi ini akan terus dijadikan pekuburan Tionghoa. Bahkan disebutkan masih ada tujuh pemakaman lagi yang akan dilaksanakan,” ujar Muh Ikram, lewat keterangan tertulisnya yang diterima Rakyatsulbar.com, Jumat 15/5/26).
Ia juga menyampaikanberdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, lahan yang digunakan disebut merupakan aset milik pemerintah daerah.
Oleh karena itu, pihaknya meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju segera mengambil langkah dan menghentikan aktivitas pemakaman di lokasi tersebut sebelum menimbulkan konflik di tengah masyarakat. (*)








